MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kebakaran permukiman perlu diwaspadai bersama. Sabtu, 08/08/2026.
Kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Menurutnya, pencegahan harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat di lingkungan masing-masing.
WASPADA KEBAKARAN DI PERMUKIMAN
Sutrisno secara khusus mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman dengan bangunan yang mayoritas masih menggunakan material kayu. Kondisi tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena api dapat dengan cepat merambat apabila terjadi kebakaran.
Ia meminta warga memastikan berbagai sumber api maupun peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.
“Saya mengajak semua kalangan masyarakat untuk lebih waspada. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, pastikan kompor dan instalasi listrik aman, serta hindari pembakaran sampah di sekitar rumah,” tegas Sutrisno.
Ia menambahkan, kewaspadaan sederhana dari setiap keluarga dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar.
TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN DI LINGKUNGAN
Selain menjaga keamanan di dalam rumah, Sutrisno mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, warga dapat mengaktifkan kembali ronda atau sistem keamanan lingkungan untuk memantau kondisi sekitar, terutama pada titik-titik yang dianggap rawan kebakaran.
Masyarakat juga perlu memberikan edukasi kepada seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, mengenai bahaya api serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.
“Pastikan juga tersedia sarana sederhana untuk penanganan awal, seperti air, pasir, maupun alat pemadam yang dapat digunakan ketika terjadi kebakaran kecil. Warga juga perlu mengetahui jalur evakuasi terdekat,” ujarnya.
PEMERINTAH DAN MASYARAKAT HARUS BERSINERGI
Sutrisno turut mendorong pemerintah desa dan kelurahan agar terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran selama musim kemarau.
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak akan maksimal apabila hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan partisipasi aktif warga. Jika melihat kepulan asap atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Sutrisno berharap seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Murung Raya dapat meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan selama musim kemarau.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, risiko Karhutla maupun kebakaran permukiman diharapkan dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. [Longking]
Masuk Musim Kemarau, Sutrisno Imbau Warga Murung Raya Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
Kegiatan pemerintah

