DLH Murung Raya Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Desa, DPRD Dorong Edukasi Lingkungan di Sekolah dan Puskesmas

Kegiatan pemerintah

Uncategorized5450 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Jum’at, 10/07/2026.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Murung Raya, digelar Pelatihan Sosialisasi dan Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Desa pada Rabu (8/7/2026) sebagai langkah strategis membangun desa-desa percontohan dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di aula desa tersebut diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta warga setempat.

Pelatihan difokuskan pada perubahan pola pikir masyarakat, dari kebiasaan membuang sampah menjadi budaya mengelola sampah secara bertanggung jawab dan bernilai ekonomi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Murung Raya, Dr. Donal, menegaskan bahwa keberhasilan program Murung Raya Bersih 2026 sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Sampah bukan lagi sekadar masalah. Jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya, memberikan nilai ekonomi, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Karena itu, kita harus mengubah pola pikir dari membuang menjadi mengelola,” tegas Dr. Donal.

Secara terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas inisiatif DLH dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Menurutnya, persoalan sampah erat kaitannya dengan dunia pendidikan dan kesehatan sehingga edukasi harus dimulai sejak usia dini.

“Komisi I DPRD memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Persoalan sampah pada dasarnya adalah persoalan perilaku dan kesehatan. Karena itu, edukasi harus dimulai dari sekolah dan puskesmas.

Anak-anak perlu dibiasakan memilah sampah sejak dini, sementara fasilitas pelayanan kesehatan harus menjadi contoh dalam pengelolaan limbah yang baik,” ujar Imanudin.

Ia menambahkan bahwa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna di tingkat desa akan mempercepat terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tiga pilar utama pengelolaan sampah, yaitu pemilahan sampah sejak dari sumber dengan memisahkan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3);

pemanfaatan teknologi tepat guna melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengembangan bank sampah, serta daur ulang sampah anorganik menjadi produk bernilai ekonomi; dan penguatan kelembagaan desa melalui pembentukan kader lingkungan serta pengelola bank sampah agar program dapat berjalan secara berkesinambungan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi praktik dan diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan mempraktikkan teknik pengelolaan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Menutup kegiatan, Dr. Donal menyampaikan optimismenya bahwa desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan lestari.

“Apabila setiap desa memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik, Murung Raya dapat menjadi contoh daerah yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan lingkungan. Kita ingin melahirkan agen-agen perubahan dari desa untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan deklarasi komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil pelatihan di desa masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya Murung Raya Bersih 2026. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *