MURUNG RAYA / SEMAKU.net – DP3APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah gelar kegiatan Gerbang Desa (Gerdes)
Dengan TEMA MANGGATANG UTUS MAANGKAT UMANG. Jum’at, 27/06/2025.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting dan Perkawinan Usia Anak yang sekaligus Pembentukan Pokja Pemberdayaan Kewirausahaan Perempuan, Kamis (25/06/2025) bertempat di Balai Desa Olung Balo, kecamatan Tanah Siang Kabupaten Murung Raya.
Dalam Penyampaiannya, Kepala Desa’ Olung Balo, Liyus fikal, saat membuka acara tersebut menuturkan bahwa Stunting dan Perkawinan Usia Anak adalah dua masalah yang memiliki dampak jangka panjang dan yang sangat serius pada generasi muda dan masa depan bangsa. Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi.
Sementara itu, perkawinan usia anak merupakan masalah sosial yang melibatkan generasi muda yang diturunkan pada usia anak yaitu 0-18 tahun, dan memberikan dampak buruk pada pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial mereka. “Tutur Liyus.
“Sebagaimana telah Kita ketahui bersama bahwa masa depan bangsa Indonesia akan sangat bergantung pada anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa, terutama untuk mewujudkan generasi membangun Murung Raya emas 2030.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka tentunya dibutuhkan generasi muda yang Sehat berkualitas cerdas kreatif, dan harus dipersiapkan mulai dari sekarang termasuk mencegah terjadinya perkawinan usia anak (PUA),” ujarnya. Liyus fikal.
Lebih lanjut, Kades Olung Balo, berharap melalui kegiatan Gerbang Desa yang di gelar langsung oleh pihak pemerintah daerah kabupaten Murung Raya melalui dinas DP3ADALDUKKB bisa menjadi langkah-langkah pencegahan untuk membuka wawasan para orang tua, remaja dan anak-anak untuk mencegah perkawinan usia anak dan stunting.
Anak perlu diarahkan dan diberikan gambaran untuk fokus mengejar cita-cita dengan menuntaskan pendidikannya serta memiliki hubungan sosial yang sehat dalam kesehariannya, baik dalam keluarga maupun di lingkungan pertemanan.
“Saya berharap para peserta dapat meneruskan kembali informasi yang didapat dan menjadi agen perubahan dalam lingkungannya untuk mencegah Perkawinan Usia Anak dengan Pendewasaan Usia Perkawinan, menjadi Generasi Muda yang Unggul dan Berdaya Saing menuju Indonesia Emas 2045, serta mampu mempunyai nilai berdaya saing dengan para wirausahawan di luar sana,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu dan memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat. “Khususnya tentang Pencegahan Stunting dan maraknya perkawinan usia anak, juga membantu UMKM khususnya wirausaha perempuan agar kehadirannya lebih maju,” tandasnya.
Turut hadir pada kegiatan ini antara lain Sekretaris Dinas P3APPKB Kabupaten Murung Raya serta Pejabat Pengurus Lingkup DP3APPKB Kabupaten Murung Raya , Ketua Tim Penggerak PKK Desa Olung Balo, Pelajar, Forum Anak, Relawan SAPA, serta juga hadir Forum PUSPA , dan perempuan pelaku UMKM pemula yang ada di Desa’ setempat dan acara Gerdes ini juga sekaligus penyaluran Makanan tambahan bergizi dan PMT bagi bayi, balita dan ibu hamil, ” tutup Liyus fikal. [Longking]

