Dugaan Mark-Up, Pembangunan Lapangan Voli di Desa Tanjung Beringin Terkesan Asal Jadi

Kegiatan pemerintah desa

Uncategorized266 Dilihat

BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net -Pembangunan lapangan bola voli di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, menuai sorotan. Proyek yang dibiayai melalui Dana Desa (DD) tahun 2025 dengan pagu anggaran sebesar Rp76.595.000 itu diduga bermasalah, baik secara teknis maupun administrasi.


Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga setempat yang ditemui wartawan pada Senin (14/7/2025), pembangunan lapangan voli yang berukuran panjang 45 meter dan lebar 15 meter tersebut dinilai terkesan asal jadi.

Kondisi fisik bangunan sudah mengalami banyak keretakan, padahal baru beberapa minggu hingga bulan selesai dikerjakan. Selain itu, bagian tengah lapangan tampak melengkung, sehingga air hujan mudah tergenang.

Kepala Desa Tanjung Beringin, Sabirin, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya keretakan. Ia beralasan bahwa hal tersebut terjadi karena pengecoran dilakukan saat cuaca panas terik.

“Keretakan terjadi karena pengecoran dilakukan saat hari panas, jadi wajar jika ada retakan,” ujarnya.

Namun, polemik muncul ketika awak media menanyakan perihal anggaran pembangunan. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyebut pagu pembangunan sebesar Rp76.595.000, sementara Bendahara Desa menyebut nominal yang berbeda, yakni sekitar Rp 84 juta lebih. Ketidaksesuaian angka tersebut menimbulkan dugaan kuat adanya mark-up anggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Tono, salah satu penggiat sosial di Kabupaten Bengkulu Selatan, turut menyayangkan kondisi proyek lapangan voli tersebut.

“Sudah banyak retakan di sana-sini. Bahkan ada bagian yang ditambal dengan semen karena permukaan lapangan tidak rata,” ungkapnya.

Atas dugaan penyimpangan ini, masyarakat melalui media ini meminta pihak Inspektorat Kabupaten Bengkulu Selatan untuk segera melakukan audit dan mengevaluasi realisasi penggunaan Dana Desa di Desa Tanjung Beringin.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait masih terus diupayakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *