Efisiensi Anggaran Jadi Kunci Pembangunan Desa di Tengah Penurunan Dana Transfer Pusat

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Penurunan transfer ke daerah dari pemerintah pusat menjadi sinyal kuat bagi pemerintah desa untuk berbenah dalam pengelolaan anggaran. Sabtu, 18/10/2025.

Kondisi fiskal yang semakin terbatas menuntut kepala desa dan perangkatnya lebih cermat dalam menentukan arah pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Efisiensi anggaran bukan sekadar menghemat, melainkan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Karena itu, program pembangunan perlu difokuskan pada skala prioritas, terutama yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti penyediaan air bersih, perbaikan akses jalan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi produktif.

Pembangunan desa juga tidak harus selalu bersifat fisik. Di tengah keterbatasan anggaran, penguatan sumber daya manusia (SDM) desa, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi administrasi, dan pengembangan inovasi ekonomi lokal menjadi bentuk investasi jangka panjang yang efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, desa perlu mulai mengembangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui optimalisasi pengelolaan aset, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kemitraan dengan sektor swasta.

Dengan langkah tersebut, desa dapat tetap tumbuh meskipun dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan.

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi PKS, Imanudin, S.Pd.I, berharap seluruh perangkat desa memahami kondisi ini sebagai momentum perbaikan tata kelola keuangan.

Ia menekankan agar dalam pelaksanaan anggaran tahun 2026, serapan dana dapat berjalan lebih baik, terencana, dan tepat sasaran.

“Hanya dengan kesadaran bersama dan pengelolaan anggaran yang efisien, pembangunan desa akan tetap berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Imanudin. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *