H. Johansyah: Generasi Muda Wajib Gali Sejarah, Warisan Lisan Jangan Hilang

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Cerita langka kerap lahir dari peristiwa sunyi yang tidak tercatat dalam buku, namun membekas kuat dalam ingatan kolektif masyarakat. Jum’at, 08/05/2026.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menggali sejarah.

Menurutnya, sejarah bukan sekadar rangkaian tahun, melainkan sumber nilai, identitas, serta penuntun arah dalam melangkah ke masa depan.

“Generasi muda harus mau mencari tahu, mendengar, dan mencatat. Banyak kisah penting yang belum terdokumentasi, padahal di dalamnya terkandung makna mendalam tentang siapa kita dan bagaimana leluhur bertahan,” ujar H. Johansyah.

Ia menjelaskan bahwa kearifan lokal Dayak di Tana Malai Tolung Lingu Tira Tangka Balang tersimpan dalam berbagai bentuk, seperti tutur lisan para tetua, ritual adat, hingga penamaan tempat yang memiliki latar peristiwa. Jika tidak digali sejak sekarang, cerita-cerita tersebut berisiko hilang seiring berpulangnya para saksi sejarah.

H. Johansyah menambahkan, upaya menggali sejarah tidak hanya melatih nalar kritis, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.

Dengan memahami asal-usul kampung, makna pantang larang adat, serta jejak perjuangan tokoh lokal, generasi muda tidak akan mudah tercerabut dari akar budayanya.

“Jangan puas dengan informasi instan. Datangi para tetua, dengarkan dengan hormat, dan catat dengan jujur. Di situlah banyak cerita langka yang dapat mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan,” tambahnya.

Ia juga mendorong peran aktif sekolah, sanggar budaya, serta pemerintah desa untuk menjadikan riset sejarah lokal sebagai gerakan bersama.

Kegiatan seperti wawancara tokoh adat, pemetaan situs bersejarah, pengarsipan foto lama, hingga penulisan cerita rakyat dapat dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal maupun program desa.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk mendukung pelestarian sejarah. Dokumentasi dalam bentuk audio, video, maupun peta digital dapat memastikan cerita tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga terdokumentasi dengan baik dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, H. Johansyah berharap generasi muda Murung Raya mampu menjadi penjaga ingatan sekaligus pencipta masa depan. Menggali sejarah berarti memahami nilai, dan dari nilai itulah arah pembangunan yang beradab dapat ditentukan.

“Dari kisah-kisah langka yang sarat makna, akan lahir generasi yang memahami jati dirinya, menghormati leluhur, menjaga alam, serta berani membawa Tana Malai Tolung Lingu melangkah maju tanpa kehilangan jati diri,” pungkasnya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *