Imanudin Ajak Masyarakat budayakan Bumi Tana Malai Tolung Lingu Melalui Seni Dan Kearifan Lokal

Kegiatan pemerintah

RELIGI5375 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membudayakan nilai-nilai Bumi Tana Malai Tolung Lingu melalui pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah. Minggu, 12/07/2026.

Menurut Imanudin, seni dan kearifan lokal tidak hanya merupakan warisan budaya yang harus dijaga, tetapi juga menjadi identitas masyarakat yang mampu memperkaya wawasan, memperkuat karakter, serta mempererat persatuan di tengah keberagaman.

“Dengan seni dan kearifan lokal, kita dapat memperkaya wawasan sekaligus memperkuat jati diri masyarakat. Ini menjadi pondasi penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas di tengah derasnya arus globalisasi,” ujar Imanudin di Puruk Cahu, Sabtu.

Ia menjelaskan, Bumi Tana Malai Tolung Lingu merupakan falsafah hidup masyarakat Murung Raya yang mencerminkan nilai kebersamaan, gotong royong, saling menghormati, serta hidup harmonis. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Imanudin mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat, pelaku seni, komunitas budaya, hingga generasi muda untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam melestarikan budaya daerah.

“Budayakan nilai-nilai ini melalui kegiatan seni, pementasan budaya, pelatihan keterampilan, hingga penguatan muatan lokal di sekolah. Semua pihak harus bergerak bersama agar falsafah Bumi Tana Malai Tolung Lingu tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dihayati dan diamalkan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan seni dan budaya, antara lain melalui pembinaan sanggar seni, penyelenggaraan festival budaya, pelestarian adat istiadat, serta promosi produk ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada penguatan identitas daerah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Apabila seni dan budaya terus hidup di tengah masyarakat, maka pariwisata, ekonomi kreatif, serta karakter masyarakat juga akan berkembang. Inilah salah satu cara kita menjaga Murung Raya tetap kokoh, berakar pada budaya, sekaligus memiliki daya saing di masa depan,” pungkas Imanudin. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *