Imanudin: Jangan Kesampingkan Pekerja Lokal, Keringat Mereka Adalah Tulang Punggung Murung Raya

Kegiatan pemerintah

POLITIK9732 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Mereka berjuang dengan tetesan keringat dan air mata. Meskipun demikian, mereka tidak pernah mengesampingkan pemikiran. Akal yang sehat mereka arahkan untuk hal yang positif. Mereka bekerja ikhlas demi keluarga, tanpa kenal lelah. Jum’at, 06/11/2026.

Itulah potret pekerja lokal Murung Raya. Pekerja yang tidak pandai bersandiwara. Tidak saling menggeser, tidak menjilat, apalagi mencela antar sesama. Mereka hanya mencari rezeki yang halal.

Mereka berjuang tanpa henti, tetapi tidak serakah. Tidak mencari muka, tetapi mencari berkah.

Mereka beribadah, berdoa, dan berjuang. Adapun hasilnya, Tuhan Yang Maha Kuasa lah yang Maha Menentukan.

*JANGAN KESAMPINGKAN PEKERJA LOKAL*

Jangan dikesampingkan pekerja lokal. Seperti Buruh Harian Lepas, Pengusaha Kebun, Peternak, Petani, Pelaku UMKM, Pengrajin Kayu, Rotan dan Bambu, dan pelaku usaha lainnya.

Karena tanpa mereka kita bukan berarti apa-apa.

Siapa yang membangun rumah kita? Buruh harian lepas. Siapa yang menanam dan memberi kita makan? Petani dan pengusaha kebun. Siapa yang menggerakkan ekonomi kampung? UMKM dan peternak. Siapa yang menjaga warisan budaya dengan tangannya? Pengrajin kayu, rotan, dan bambu.

Mereka adalah tulang punggung Murung Raya yang sesungguhnya. Tanpa keringat mereka, gedung megah tidak akan berdiri. Tanpa hasil panen mereka, meja makan kita kosong. Tanpa karya mereka, Murung Raya kehilangan jiwanya.

*DALAM SERBA SULIT PUN MEREKA RELA BERBAGI*

Meskipun dalam keadaan serba sulit, mereka rela berbagi. Tidak sedikit pun terniat untuk saling menyingkirkan demi haus keserakahan.

Inilah yang membedakan pekerja lokal dengan mereka yang hanya mengejar keuntungan. Di saat sulit, mereka justru semakin erat. Di saat sempit, mereka justru semakin ikhlas berbagi. Rezeki yang sedikit dibagi, menjadi berkah yang besar.

Semangat berbagi inilah yang menjadi ruh dari *Jumat Berkah bersama Partai Dakwah*.

*KERJA KERINGAT LEBIH MULIA DARI PIKIRAN KOTOR*

Mereka memeras keringat dengan mengandalkan tenaga. Pekerjaan mereka bisa dipastikan lebih mulia dari pemikiran yang kotor, korup, dan pegawai yang malas menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, *Imanudin, http://S.Pd.I,* dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia memuji kejujuran para pekerja lokal dalam menjaga halal.

Bekerja dengan tenaga dan meneteskan keringat di jalan yang benar lebih baik dari seorang pemikir yang menyalahgunakan kepintaran dan kelebihannya,” ujar Imanudin.

Menurutnya, kepintaran adalah anugerah. Namun jika anugerah itu digunakan untuk menyimpang, untuk menipu, untuk memperkaya diri, maka kepintaran itu justru menjadi bencana.

*CONTOHLAH KEJUJURAN DAN KEIKHLASAN MEREKA*

Imanudin mengajak semua pihak untuk meneladani pekerja lokal. Bukan hanya menghargai mereka, tetapi mencontoh kejujuran dan keikhlasan mereka.

Maka dari itu contohilah kejujuran dan keikhlasan mereka. Ilmu dan iman untuk menegakkan keadilan bukan cuma terlihat datang dari atas, terkadang juga bisa hadir dari samping kiri kanan, dan bahkan tumbuh dari lapisan terbawah,” tambah Imanudin yang terlahir dari Partai Dakwah ini.

Pesan itu sangat dalam. Keadilan tidak selalu lahir dari kursi kekuasaan. Keadilan sering kali lahir dari tangan-tangan kasar yang bekerja jujur, dari hati yang ikhlas, dari lapisan terbawah yang selama ini justru paling setia menjaga halal.

*JABATAN HANYA TITIPAN, AMANAH*

Imanudin menegaskan, jabatan hanyalah titipan dan amanah.

Dan menurut hemat saya pribadi, jabatan cuma titipan amanah. Yang kuat hendaklah melindungi yang lemah. Yang pintar dan cerdas itu adalah anugerah, maka gunakanlah untuk menegakkan kebenaran,” tegasnya.

Pemikiran dan usaha, lanjutnya, anggap saja itu syariat. Namun tidak boleh menyimpang dari ajaran agama dan harapan semua orang.

Pesan itu menjadi pengingat bagi semua pihak: bahwa kemuliaan tidak diukur dari tingginya jabatan atau pintarnya berbicara, tetapi dari jujurnya bekerja, halalnya rezeki, dan tulusnya pengabdian.

Pekerja lokal telah membuktikan itu. Dengan keringat, doa, kejujuran, dan semangat berbagi di Jumat Berkah, mereka menjaga marwah Bumi Tana Malai Tolung Lingu. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *