Imanudin Minta Pemerintah Perkuat Pencegahan Penyakit di Tengah Kemarau dan Kabut Asap

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Musim kemarau yang disertai udara panas, debu, serta potensi kabut asap menjadi perhatian serius terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Murung Raya. Sabtu, 15/08/2026.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit pernapasan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., yang membidangi pendidikan dan kesehatan, meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan ketika masyarakat sudah jatuh sakit, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

Menurutnya, kemarau panjang dapat memicu sejumlah persoalan kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan atau ISPA akibat paparan debu dan asap, gangguan kulit serta diare akibat keterbatasan air bersih dan menurunnya sanitasi, hingga dehidrasi dan gangguan akibat panas, khususnya pada anak-anak, lansia, serta masyarakat yang bekerja di luar ruangan.

“Kalau kita menunggu warga mengantre di Puskesmas, berarti kita sudah terlambat satu langkah dalam melakukan pencegahan,” ujar Imanudin.

Sekolah Perlu Jadi Garda Awal Perlindungan Anak

Imanudin mendorong Dinas Pendidikan bersama seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan perlindungan terhadap peserta didik selama kondisi kemarau dan kualitas udara memburuk.

Langkah tersebut antara lain memastikan ketersediaan air minum yang aman, mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara tidak sehat, serta memperkuat edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Penggunaan masker saat diperlukan, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menjaga kebersihan tangan, serta mengenali gejala gangguan kesehatan juga perlu terus disampaikan kepada siswa dan tenaga pendidik.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Kesehatan mereka harus menjadi perhatian utama karena kualitas sumber daya manusia Murung Raya ke depan sangat ditentukan oleh kondisi mereka hari ini,” katanya.

Puskesmas Didorong Perkuat Upaya Preventif

Selain sektor pendidikan, Imanudin meminta Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas memperluas kegiatan promotif dan preventif, terutama di wilayah yang rentan terdampak debu, asap, maupun keterbatasan air bersih.

Sosialisasi mengenai bahaya kabut asap dan dampak kemarau, menurutnya, perlu dilakukan secara aktif hingga tingkat desa. Fasilitas kesehatan juga diharapkan memastikan kesiapan pelayanan dan ketersediaan kebutuhan medis yang diperlukan masyarakat.

“Biaya untuk melakukan pencegahan tentu akan lebih baik dibandingkan kita harus menanggung dampak ketika masyarakat sudah banyak yang sakit,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar layanan kesehatan menjangkau masyarakat secara lebih aktif, termasuk melalui kegiatan pelayanan kesehatan keliling di wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Masyarakat Berperan dalam Pencegahan
Imanudin mengingatkan bahwa upaya menjaga kesehatan selama kemarau bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam melindungi diri dan keluarga.

Ia mengimbau warga memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah debu atau asap, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan tempat penampungan air tetap tertutup dan bersih, serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kualitas udara.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, demam, sesak napas, tanda-tanda dehidrasi, atau gangguan kulit yang cukup berat.

Kesehatan Menjadi Pondasi Pembangunan
Imanudin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga mengenai kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berubah.

“Tugas kita bukan hanya merespons ketika warga sakit. Tugas kita adalah memastikan warga tidak jatuh sakit karena pencegahan yang tidak maksimal,” pungkasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat diperkuat sehingga dampak kemarau dan kabut asap terhadap kesehatan masyarakat Murung Raya dapat diminimalkan.

Kemarau pada akhirnya akan berlalu.

Namun, kesiapan dan langkah pencegahan yang dilakukan sejak sekarang diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan kesehatan masyarakat Murung Raya secara berkelanjutan. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *