Di Duga Kadis PUPR Bengkulu Selatan Terkesan Menghindar Dari Awak Media, Ada Apa?

Aroma tak sedap

UTAMA1632 Dilihat

BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net – Warga Kabupaten Bengkulu Selatan mempertanyakan kualitas pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan pihak kontraktor pelaksana.

Meski dinyatakan sudah diperbaiki, kondisi jalan di sejumlah titik justru masih memprihatinkan.

Hasil pantauan awak media di lapangan, batu pasir masih berserakan di badan jalan. Bahkan di beberapa titik terlihat lubang menganga dan permukaan jalan yang berkrokos. Warga menduga pekerjaan tersebut hanya bersifat tambal sulam dan dikerjakan secara asal jadi.

Informasi yang dihimpun, pekerjaan jalan tersebut merupakan paket kegiatan dengan nilai anggaran lebih kurang Rp 5 miliar. Pekerjaan dilaksanakan pihak rekanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkulu Selatan.

Salah satu pengguna jalan mengaku kecewa.

“Katanya sudah diperbaiki. Tapi lihat sendiri, masih banyak lubang. Aspal cuma ditabur krokos begitu saja. Besok hujan sedikit pasti kupas lagi,” keluh warga, Selasa (04/11/25).

Masyarakat meminta Dinas PUPR Bengkulu Selatan turun langsung ke lapangan dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Kami butuh jalan yang layak dan aman, bukan perbaikan asal-asalan yang sebentar hilang. Jangan tutup mata,” tegas warga lainnya.

Adapun titik pekerjaan yang menjadi sorotan masyarakat di antaranya di Jalan Kartini — tepatnya dari bundaran simpang tiga depan Kantor Bupati menuju kawasan hutan taman kota — dan sejumlah ruas lain di Kecamatan Kota Manna.

Upaya awak media untuk meminta konfirmasi juga tidak membuahkan hasil. Kadis PUPR Bengkulu Selatan, Tedi, tidak dapat ditemui meski awak media menunggu hampir satu jam di kantor dinas.

Staf menyebut kadis masih sibuk, hingga rekan menyarankan agar mengkonfirmasi ke kabid yang membidangi, yakni Maya. Namun sangat disayangkan, Kabid PUPR tersebut juga enggan ditemui, bahkan terkesan menghindar.

Warga berharap PUPR tidak tutup mata, dan segera meninjau kembali pekerjaan ini. Bila ditemukan adanya kelalaian atau pekerjaan yang tidak sesuai spek, masyarakat mendesak agar diberi sanksi tegas ke pihak pelaksana. [Dya]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *