Kepala Disnatik Murung Raya Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Di Momentum SINODE Umum XXV GKE 2026

Kegiatan pemerintah

OTONOMI DAERAH5613 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanik) Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengembangkan sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Kamis, 09/06/2026.

Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan pelaksanaan Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Murung Raya pada 7–11 Juli 2026.

Menurut Sri Karyawati, penyelenggaraan Sinode Umum GKE tidak hanya menjadi momentum memperkuat kehidupan spiritual dan persaudaraan, tetapi juga mengingatkan pentingnya membangun kemandirian daerah melalui sektor pertanian sebagai penopang utama kehidupan masyarakat.

“Pertanian merupakan penyangga kehidupan. Kami berkomitmen memperkuat ketahanan pangan daerah agar masyarakat Murung Raya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga semakin sejahtera.

Tema Sinode Umum XXV GKE, ‘Hiduplah sebagai Terang yang Membawa Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran’, selaras dengan semangat kami menghadirkan keadilan melalui akses pangan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan,” ujar Sri Karyawati.

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Distanik Murung Raya telah menetapkan empat strategi prioritas pembangunan sektor pertanian dan peternakan.

Strategi pertama adalah penguatan produksi pangan lokal berbasis komunitas, melalui pemberdayaan kelompok tani, kelompok peternak, desa, serta dukungan terhadap pengembangan lumbung pangan, hortikultura, dan peternakan rakyat guna menjaga ketersediaan pangan hingga ke wilayah pelosok.

Strategi kedua yakni modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian, dengan mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, pengolahan hasil pertanian, serta perluasan akses pemasaran digital sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal.

Selanjutnya, Distanik juga memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama lembaga keagamaan, termasuk GKE, dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis komunitas, pengembangan pertanian terpadu, serta edukasi pertanian berkelanjutan.

Adapun strategi keempat adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, melalui pelatihan, pendampingan, dan sertifikasi bagi penyuluh, petani, maupun peternak agar semakin adaptif menghadapi perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan tuntutan pasar.

Sri Karyawati menilai kehadiran ribuan peserta Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya juga menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi pertanian, peternakan, dan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat luas.

“Momentum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Murung Raya memiliki potensi besar di sektor agro. Dari tanah yang subur lahir pangan, dan dari kerja keras para petani serta peternak tumbuh kesejahteraan masyarakat. Distanik siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Sri Karyawati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama Panitia Sinode Umum XXV GKE atas suksesnya penyelenggaraan agenda gerejawi tersebut.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat sehingga sektor pertanian dan peternakan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Murung Raya akan semakin mandiri dalam ketahanan pangan, memiliki sektor pertanian yang berdaya saing, serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Apabila berita ini akan dipublikasikan di media massa, saya juga dapat menyesuaikannya dengan gaya penulisan yang lebih lugas dan objektif sesuai standar pemberitaan. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *