Ketua DPRD Mura Mengapresiasi Kegiatan Pemerintah Dan Masyarakat Desa Juking Pajang

kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, dalam memperingati upacara tolak bala

SENI BUDAYA75 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua DPRD kabupaten Murung Raya, Dr.DONI, SP, M.SI,
mengapresiasi kegiatan Masyarakat desa juking pajang, dalam rangka menggelar tradisi budaya tolak bala Buang Naas, pada Rabu, 07/08/2024.

Sebagai Prosesi adat Dayak turun temurun,
“Ketua DPRD kabupaten Murung raya, Dr DONI, SP.M.SI,
Sangat mengapresiasi adanya kegiatan masyarakat dayak Barito, Kab Mura,
Yakni dalam memperingati hari tolak bala pada setiap bulan Safar. 

Menurut Doni, kebudayaan dan peradaban yang menjadikan tradisi oleh setiap umat’ pemeluk agama Islam dan juga Agama lainnya ini, diharapkan nya kedepannya nanti bisa lebih ditingkatkan lagi, karena pada hakikatnya disamping kita menolak bala pada bulan yang penuh dengan naas ini, dimana kita semua pihak juga mendapatkan Hikmah dari Allah swt, atas Rahmat dari doa, shalawat dan Burdah yang di bacakan oleh para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, desa setempat yang secara berkolaborasi untuk mengantisipasi terjadinya bencana dll nya, ” tutur nya Doni. 

Prosesi adat budaya tolak bala buang naas ini biasanya dilakukan dengan berbagai penyiraman air doa, Yasin Burdah dan Air shalawat, yang di siram secara berkeliling dari ujung kampung ke ujung kampung pemukiman warga masyarakat sambil membacakan doa, selamat tolak bala, pada hakikatnya untuk mengusir naas tersebut agar menjauh dari desa dimana tempat pemukiman warga. 

“Prosesi ini diawali oleh Tokoh Agama, Aparat desa dan BPD desa dan di ikuti oleh tokoh masyarakat yang hadir dengan membawakan berbagai jenis kue makanan dari hasil buatan lokal untuk di bagikan kepada setiap masyarakat yang hadir, dan adapun sebagiannya untuk di pasang di setiap pintu dan jendela rumah ada juga yang di lemparkan ke atas atap Rumah.

Prosesi adat ini dilakukan di setiap hari rabu, bulan safar tahun hijriah. Waktu Menjelang magrib, pada sore hari menyambut malam tiba. 

“Ketua DPRD kabupaten Murung Raya serta anggota nya menyambut baik dan mengapresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang secara konsisten melaksanakan prosesi adat budaya ini secara turun temurun. Kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian warisan pendahulu, dengan memaknai tolak bala dengan harapan selalu dijauhkan dari bahaya dan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. “Sesuai dengan tema dari prosesi ini dimaknai sebagai kumpulan nilai, pengetahuan, kepercayaan, aktivitas dan perilaku masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam,” ungkapnya.

Sebagai salah satu destinasi di yang ada di tingkat kabupaten Murung Raya, bisa dikatakannya daerah kabupaten yang memiliki banyak potensi,
Salah satu pelestariaj kebudayaan seperti tolak bala buang naas ini.

Untuk itu Doni, menaruh harapan kegiatan semacam ini dapat dikemas lebih baik lagi, sehingga menjadi daya tarik dalam keberagaman budaya disamping juga sebagai bagian pelestarian budaya bahari,
Pelestarian budaya turun temurun ini, selain mempertahankan warisan pendahulu, juga menjadi budaya leluhur kita yang harus dilestarikan ,” tandasnya. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *