MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu yang diperoleh melalui pendidikan dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman serta nilai-nilai spiritual dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Rabu, 19/08/2026.
Hal tersebut disampaikan Rumiadi saat menghadiri kegiatan pembinaan masyarakat di Kabupaten Murung Raya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya membutuhkan masyarakat yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga harus dibarengi dengan kecerdasan spiritual, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan.
Rumiadi menjelaskan, dalam perspektif Islam terdapat konsep ilmu yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pembelajaran, serta ilmu yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Keduanya, menurut dia, dapat menjadi bagian yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat.
Ilmu yang diperoleh melalui pendidikan ditempuh dengan proses belajar, penelitian, pengalaman, serta pendidikan formal maupun nonformal. Pengetahuan tersebut mencakup berbagai bidang, seperti kedokteran, teknik, ekonomi, hukum, pertanian, teknologi, dan bidang keahlian lainnya.
Sementara itu, ilmu ilham atau yang sering disebut ilmu laduni dalam pemahaman keagamaan merujuk pada pengetahuan yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Hal ini antara lain dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Kahfi ayat 65, yang berbunyi:
“…dan Kami telah mengajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”
Selain itu, pentingnya proses belajar juga ditegaskan dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1, yakni perintah untuk membaca dengan menyebut nama Tuhan Yang Menciptakan.
Menurut Rumiadi, masyarakat yang memiliki keahlian tertentu meskipun tidak seluruhnya diperoleh melalui pendidikan formal tetap memiliki potensi dan kontribusi yang besar bagi pembangunan daerah.
“Ada saudara-saudara kita yang tidak menempuh pendidikan tinggi, namun memiliki berbagai keahlian dan kepandaian di banyak bidang. Hal itu patut kita banggakan, karena merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Rumiadi.
Ia menilai, kemampuan dan pengalaman masyarakat merupakan aset yang harus dihargai dan diberdayakan. Pendidikan formal tetap penting, namun pengetahuan yang lahir dari pengalaman, keterampilan, lingkungan, budaya, dan nilai-nilai spiritual juga tidak boleh diabaikan.
Rumiadi menambahkan, pembangunan Murung Raya ke depan membutuhkan SDM yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual.
Dengan demikian, kemajuan pembangunan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, karakter, kearifan lokal, serta kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kita ingin masyarakat Murung Raya memiliki ilmu, keterampilan, karakter dan nilai spiritual yang kuat. Semua itu harus berjalan berimbang agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pendidikan, pengalaman masyarakat, nilai keagamaan, dan kearifan lokal dapat terus diperkuat sehingga menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan Murung Raya yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Reporter: Suara Akar Rumput
Ketua DPRD Murung Raya: Ilmu Ilham dan Pendidikan Harus Berjalan Berimbang
Kegiatan pemerintah

