Ketua Komisi I DPRD Murung Raya Ajak Warga Jaga Kerukunan Dalam Keberagaman

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rejikinoor , S.Sos, Mengajak Warga untuk bersatu’ bergandeng tangan menjaga Kerukunan dalam keberagaman. Senin, 01/09/2025.

Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Rejikinoor Menegaskan Keberagaman budaya dan tradisi merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan. Moderasi beragama juga mencakup sikap akomodatif dan penerimaan terhadap perbedaan tradisi dan budaya. Sebagai bangsa yang besar, kita harus bersikap terbuka dan menerima perbedaan, bukan justru menciptakan sekat dan perpecahan Dengan demikian, keharmonisan dan persatuan bangsa akan terus terjaga.” Tutur, H. Rejikinoor.

Penerimaan terhadap tradisi dan budaya dalam konteks moderasi beragama mencakup penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman cara beribadah, adat istiadat, dan tradisi yang ada di masyarakat. Setiap agama memiliki keunikan tersendiri dalam melaksanakan praktik keagamaan, yang sering kali terkait dengan tradisi dan budaya lokal. Menghargai keberagaman ini menjadi wujud nyata dari penerapan moderasi beragama yang inklusif dan toleran.”

H. Rejikinoor juga Mengatakan Penerapan moderasi beragama dalam penerimaan terhadap tradisi dan budaya bisa dilihat dalam praktik keagamaan yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di wilayah kabupaten Murung Raya yang kaya akan budaya.
Misalnya, perayaan Waisak di Borobudur yang melibatkan ritual keagamaan Buddha dan kebudayaan Jawa, atau perayaan Nyepi di Bali yang mencerminkan sinkretisme antara ajaran Hindu dengan adat istiadat Bali. Praktik-praktik ini menunjukkan bagaimana keberagaman tradisi dan budaya diterima dan diakomodasi dalam konteks keagamaan.

Selain itu, penerimaan terhadap tradisi dan budaya juga mencakup kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan masyarakat lintas agama. Misalnya, perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat, yang melibatkan umat Konghucu, Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha dalam suatu perayaan budaya yang meriah. Kegiatan seperti ini menciptakan suasana kebersamaan dan saling pengertian antara umat beragama, sekaligus melestarikan kebudayaan lokal.

Pendidikan dan sosialisasi mengenai keberagaman tradisi dan budaya menjadi penting dalam penerapan moderasi beragama yang akomodatif. Melalui pendidikan, masyarakat diajarkan untuk menghargai dan memahami perbedaan yang ada dalam praktik keagamaan dan kebudayaan, serta mengakui hak setiap individu untuk menjalankan keyakinan dan praktik budaya mereka.

Dan menurut H. Rejikinoor Hal ini akan mendorong sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

Keterlibatan pemerintah dan tokoh agama dalam mempromosikan penerimaan terhadap tradisi dan budaya juga sangat penting. Mereka dapat berperan sebagai mediator dan fasilitator dalam dialog antar umat beragama dan antarbudaya, serta membantu menciptakan kesepakatan bersama tentang bagaimana mengakomodasi dan menjaga keberagaman tradisi dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.” Tutup nya. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *