Musim Pancaroba, Kadinkes Murung Raya dr. Suwirman Hutagalung Imbau Warga Waspadai Ancaman Penyakit

Himbauan

KESEHATAN9838 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya. Minggu, 04/10/2026.

Kondisi pagi yang cerah, kemudian berubah mendung dan disusul hujan deras, membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menganggap sepele kondisi cuaca yang berubah-ubah, terutama pada masa pancaroba.

Menurutnya, perubahan suhu dan kelembapan yang terjadi secara cepat dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan risiko sejumlah penyakit, terutama yang menyerang anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Jangan anggap sepele cuaca yang tidak menentu. Tubuh kita dipaksa beradaptasi dengan cepat, dari panas ke dingin, dari kondisi kering dan berdebu menjadi lembap setelah hujan. Ketika daya tahan tubuh menurun, berbagai penyakit lebih mudah menyerang,” tegas dr. Suwirman Hutagalung.

Ia menyebutkan, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat selama kondisi cuaca tidak menentu antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza, diare, serta berbagai penyakit kulit.

Untuk DBD, masyarakat diminta mewaspadai genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Genangan tersebut dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti kaleng bekas, ban bekas, wadah air, hingga talang yang tidak terawat.

Karena itu, masyarakat diingatkan untuk menerapkan 3M Plus, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Sementara itu, perubahan kondisi udara dari panas dan berdebu menjadi lembap setelah hujan juga dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan. Debu, perubahan suhu, serta kelembapan dapat menjadi faktor yang memicu batuk, pilek, dan ISPA.

Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga kebersihan makanan, minuman, serta lingkungan sekitar untuk mencegah diare dan penyakit kulit, khususnya ketika kondisi lingkungan menjadi lebih lembap akibat hujan.

dr. Suwirman menegaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya terus memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan melalui Puskesmas, Pustu, dan tenaga kesehatan di berbagai wilayah, termasuk kawasan pedalaman.

Namun demikian, menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan. Peran keluarga dan masyarakat justru menjadi pertahanan pertama dalam mencegah munculnya berbagai penyakit.

“Lakukan 3M Plus dengan disiplin. Jaga asupan gizi, minum air putih yang cukup, dan istirahat secara teratur. Yang paling penting, apabila mengalami demam lebih dari dua hari atau kondisi kesehatan semakin memburuk, jangan ditunda. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesannya.

Ia berharap masyarakat Murung Raya dapat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat selama menghadapi cuaca yang tidak menentu.

Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan masyarakat tetap sehat dan produktif sehingga semangat Handep Haduhup dalam membangun Kabupaten Murung Raya yang lebih baik dapat terus diwujudkan. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *