MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Murung Raya, Hendra Hadikasuma, S.STP., menegaskan bahwa visi dan misi Pemerintah Kabupaten Murung Raya tidak boleh berhenti sebagai dokumen di atas kertas, tetapi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Minggu, 04/10/2026.
Menurut Hendra, Disnakertrans memiliki peran strategis dalam menjembatani pembangunan sumber daya manusia dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penciptaan kesempatan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perlindungan terhadap pekerja.
“Dalam menjalankan visi dan misi Murung Raya yang Hebat, Semakin Maju dan Bermartabat, Disnakertrans berada di garis depan dalam dua hal, yakni membuka lapangan kerja dan membangun sumber daya manusia yang siap kerja,” ujar Hendra Hadikasuma, S.STP.
Ia menjelaskan, implementasi visi dan misi tersebut diwujudkan melalui tiga fokus utama Disnakertrans.
Pertama, penguatan kompetensi tenaga kerja lokal. Hal ini dilakukan melalui pelatihan kerja berbasis kebutuhan dunia usaha dan industri, sertifikasi kompetensi, serta pembekalan keterampilan bagi para pemuda, termasuk yang berada di wilayah pedalaman.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sehingga putra-putri Murung Raya tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam pembangunan.
Kedua, perluasan kesempatan kerja dan perlindungan tenaga kerja. Disnakertrans terus mendorong terbukanya akses informasi lowongan pekerjaan, memfasilitasi hubungan industrial yang harmonis dan adil antara perusahaan dengan pekerja, serta memastikan hak-hak tenaga kerja mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketiga, penataan transmigrasi yang produktif dan berkeadilan. Menurut Hendra, pengelolaan kawasan transmigrasi tidak semata-mata berkaitan dengan pemindahan penduduk, tetapi juga harus diarahkan untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan masyarakat lokal.
Semangat tersebut, lanjutnya, harus dibangun melalui nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Murung Raya, termasuk semangat Handep Haduhup Huang Ije Kapakat.
Hendra menilai, semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat, seperti yang terlihat dalam kegiatan warga di RT 07 Batu Bua, merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun etos kerja dan kemandirian masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki etos kerja dan semangat Handep Haduhup Huang Ije Kapakat, maka tugas pemerintah adalah memberikan keterampilan, membuka akses, serta menciptakan jalan agar potensi masyarakat dapat berkembang,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tersusunnya program dan kebijakan, tetapi dari sejauh mana program tersebut memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
“Visi dan misi adalah kompas. Kerja kami di Disnakertrans adalah memastikan kompas itu membawa rakyat Murung Raya menuju kesejahteraan yang nyata, dengan pekerjaan yang layak dan kehidupan yang bermartabat,” pungkas Hendra. [Longking]

