MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Di tengah suasana malam Minggu, Bupati Murung Raya Heriyus Midel Yoseph, S.E., yang akrab disapa Bung Heri, memilih menghabiskan waktu bersama masyarakat melalui kegiatan sederhana namun penuh makna, yakni ngopi dan berdialog langsung dengan warga. Minggu, 13/09/2026.
Bukan di ruang rapat maupun forum resmi pemerintahan, pertemuan berlangsung dalam suasana santai di warung kopi. Tanpa sekat dan formalitas, Bupati duduk bersama masyarakat untuk mendengarkan secara langsung berbagai keluhan, masukan, serta aspirasi yang berkembang di tengah kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Bupati di tengah masyarakat tersebut menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap berbagai persoalan, mulai dari sektor ekonomi, sosial budaya, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat.
Menyerap Aspirasi dari Akar Rumput
Dalam dialog tersebut, warga turut menyampaikan sejumlah kondisi yang mereka hadapi, termasuk dampak kemarau panjang yang mulai dirasakan masyarakat.
Kemarau berpotensi memengaruhi sejumlah sektor, terutama pertanian, ketersediaan air bersih, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, persoalan distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian warga.
Bagi Bupati Heriyus, dialog langsung dengan masyarakat menjadi salah satu cara untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Dengan ngopi seperti ini, kita bisa tahu apa yang sebenarnya dirasakan rakyat. Tidak ada jarak, tidak ada sekat,” ungkap Bung Heri di sela-sela dialog.
Masukan Warga Jadi Bahan Evaluasi
Bupati menegaskan, berbagai masukan yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai percakapan semata, tetapi akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan langkah dan kebijakan.
Sejumlah persoalan yang mendapat perhatian antara lain terkait stabilitas harga kebutuhan masyarakat, distribusi BBM, ketersediaan air bersih, serta efektivitas program bantuan, khususnya dalam menghadapi kondisi kemarau.
Bupati juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar melakukan langkah antisipatif dan koordinasi sesuai kewenangan masing-masing. Hal tersebut penting agar dampak kemarau tidak mengganggu aktivitas ekonomi maupun pelayanan dasar kepada masyarakat.
Membangun Murung Raya dari Bawah
Menurut Heriyus, pembangunan daerah tidak cukup hanya dirumuskan melalui rapat dan perencanaan di lingkungan pemerintahan. Aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan.
Karena itu, ruang-ruang dialog informal seperti ngopi bersama masyarakat dinilai memiliki arti penting untuk mengetahui secara langsung denyut kehidupan warga.
“Pembangunan yang baik itu lahir dari obrolan di bawah. Dari warung kopi, dari pasar, dari desa. Karena di sanalah kita bisa melihat dan mendengar langsung denyut nadi masyarakat yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Kegiatan ngopi bersama masyarakat tersebut mendapat respons positif dari warga. Mereka mengapresiasi kehadiran Bupati Heriyus yang dinilai membuka ruang komunikasi secara langsung, sehingga masyarakat dapat menyampaikan persoalan dan harapan tanpa harus melalui suasana yang terlalu formal.
Bagi masyarakat, pendekatan tersebut menjadi gambaran bahwa pemerintah daerah berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan rakyat sekaligus menjadikan aspirasi dari akar rumput sebagai bagian dari proses pembangunan Murung Raya. [Longking]

