MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Inovasi layanan Posyandu Desa Dirung Bakung, Kecamatan Tanah Siang, mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Kamis, 07/05/2026.
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Golongan Karya, Olivia Wiswanti, S.E., menilai langkah desa tersebut sebagai model ketahanan layanan kesehatan di tingkat desa di tengah tekanan fiskal.
“Di saat banyak desa menghadapi ketidakpastian anggaran, Dirung Bakung justru membuktikan bahwa layanan dasar tetap bisa berjalan optimal melalui inovasi dan kolaborasi. Ini merupakan praktik baik yang layak direplikasi,” ujar Olivia, Rabu (30/4/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Dirung Bakung, Siska Aprilianty, menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan layanan Posyandu meskipun kondisi anggaran desa sedang terbatas.
“Situasi anggaran boleh terbatas, tetapi pelayanan kesehatan masyarakat tidak boleh terhenti. Kader Posyandu adalah pilar ketahanan sosial di desa kami,” tegas Siska.
Layanan Sepanjang Siklus Hidup
Posyandu Dirung Bakung kini berkembang menjadi layanan kesehatan terpadu yang menjangkau seluruh kelompok usia. Tidak hanya balita, layanan juga mencakup remaja dan lansia.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penimbangan dan imunisasi balita, skrining anemia bagi remaja putri, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah untuk lansia, penyuluhan gizi seimbang, serta edukasi pencegahan stunting dan penyakit tidak menular.
“Prioritas anggaran kami difokuskan pada penyediaan alat kesehatan, pemberian makanan tambahan bergizi, serta insentif kader yang dibayarkan tepat waktu. Efisiensi bukan berarti menghentikan layanan, melainkan memastikan program tepat sasaran,” jelasnya.
Kolaborasi dan Dampak Nyata
Pelaksanaan kegiatan Posyandu didukung oleh TP PKK, perangkat desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanah Siang.
Hasilnya, tingkat kehadiran balita mencapai 92 persen, partisipasi remaja dalam konseling gizi meningkat, dan lansia rutin memeriksakan kesehatannya.
Olivia menilai capaian tersebut sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Murung Raya.
“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Jika desa mampu menjaga kualitas layanan dasar di tengah keterbatasan, maka fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dimulai dari desa,” tambahnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk menjadikan Dirung Bakung sebagai pilot project Posyandu Integrasi Layanan Primer.
“Kami di DPRD siap mengawal dukungan kebijakan dan penganggaran berbasis kinerja. Program yang terbukti berhasil harus diapresiasi dan diperkuat,” pungkas Olivia.
Pemerintah Desa Dirung Bakung berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif dapat semakin mempercepat terwujudnya visi Desa Sejahtera, Masyarakat Sehat, serta memastikan seluruh warga memperoleh akses layanan kesehatan dasar secara merata. [Longking]
Olivia Wiswanti Apresiasi Posyandu Dirung Bakung, Contoh Ketahanan Layanan Kesehatan Desa
Kegiatan pemerintah

