MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi berlangsung panjang, masyarakat Kabupaten Murung Raya diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Sabtu, 15/08/2026.
Imbauan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E., sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan menurunnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Menurut Olivia, kondisi kemarau perlu dihadapi dengan kesiapsiagaan bersama.
Penghematan air, kata dia, tidak harus menunggu sampai terjadi krisis, tetapi dapat dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.
“Kita tidak bisa menunggu krisis baru bergerak. Penghematan air harus dimulai dari sekarang, dari rumah kita masing-masing,” ujar Olivia.
Ia mengatakan, masyarakat perlu menyadari bahwa ketersediaan air bersih bukanlah sesuatu yang tidak terbatas. Saat musim kemarau berlangsung, debit sungai dan sumber air lainnya dapat mengalami penurunan sehingga berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat.
Gunakan Air Secara Bijak
Olivia mengajak masyarakat menerapkan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi pemborosan air, di antaranya menggunakan air sesuai kebutuhan untuk mandi, mencuci dan keperluan rumah tangga lainnya.
Masyarakat juga diminta segera memperbaiki keran maupun pipa yang mengalami kebocoran agar air tidak terbuang percuma. Selain itu, air hujan dapat ditampung untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan nonkonsumsi, seperti menyiram tanaman dan membersihkan halaman.
Menurutnya, kebiasaan hemat air juga perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar tumbuh kesadaran untuk menjaga sumber daya air.
“Hal-hal sederhana seperti tidak membiarkan keran terbuka dan menggunakan air seperlunya sebenarnya sangat berarti jika dilakukan bersama-sama,” katanya.
Pemda Diminta Siapkan Antisipasi
Di sisi lain, Olivia mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama PDAM dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air, menyiapkan skema distribusi air bersih apabila diperlukan, serta mengoptimalkan sumber air baku alternatif.
Ia menilai koordinasi antara pemerintah, pengelola layanan air bersih dan masyarakat menjadi penting agar kebutuhan air warga tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.
“Pemerintah tentu harus menyiapkan langkah antisipasi, tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sama pentingnya. Mari kita jaga air bersama,” tegasnya.
Olivia berharap kesadaran untuk menghemat air dapat menjadi kebiasaan masyarakat Murung Raya, bukan hanya ketika musim kemarau, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Menghemat air hari ini berarti menjaga ketersediaan air untuk masa depan. Jangan sampai karena kita boros sekarang, generasi berikutnya justru yang mengalami kekurangan,” pungkasnya.
Reporter: Suara Akar Rumput
Olivia Wiswanti Imbau Warga Hemat Air, Antisipasi Krisis di Puncak Kemarau
Kegiatan pemerintah

