MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus melakukan pembenahan terhadap Program Kartu HEBAT Mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Sabtu, 12/09/2026.
Memasuki tahun anggaran 2026, program bantuan pendidikan tersebut dievaluasi dan disempurnakan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada mahasiswa Murung Raya.
Pembahasan strategis tersebut dilakukan melalui rapat evaluasi dan penyusunan kebijakan yang berlangsung di Aula A Kantor Bupati Murung Raya.
Rapat dipimpin langsung Bupati Murung Raya Heriyus dan dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan, Asisten III Bidang Administrasi Umum, kepala perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Investasi Jangka Panjang untuk SDM Daerah
Bupati Heriyus menegaskan, Program Kartu HEBAT Mahasiswa tidak semata-mata merupakan bantuan pendidikan, tetapi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini adalah investasi masa depan daerah. Oleh karena itu harus terus kita cek, kita evaluasi, dan kita perbaiki. Tujuannya agar pelaksanaan semakin baik, akuntabel, dan manfaatnya dirasakan lebih luas, terutama oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas Heriyus.
Menurutnya, hasil pelaksanaan program pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan penting dalam melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.
Meski demikian, semangat utama program tetap dipertahankan, yakni membuka dan memperluas kesempatan bagi putra-putri Murung Raya untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Empat Kebijakan Utama Hasil Evaluasi
Dalam penyempurnaan Program Kartu HEBAT Mahasiswa 2026, Pemkab Murung Raya menyiapkan sejumlah kebijakan utama.
Pertama, diferensiasi besaran bantuan antara jalur reguler dan nonreguler.
Besaran bantuan akan disesuaikan dengan jalur pendidikan mahasiswa. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat alokasi anggaran lebih efektif dan efisien, sekaligus membuka peluang penambahan jumlah penerima tanpa mengurangi dukungan pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa.
Kedua, seleksi penerima berbasis data sosial dan ekonomi nasional.
Penetapan mahasiswa dari keluarga kurang mampu akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penggunaan basis data tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi penerima, memperkuat proses validasi, serta meminimalkan risiko kesalahan sasaran.
Ketiga, tetap memberikan ruang bagi mahasiswa berprestasi.
Program Kartu HEBAT Mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap talenta muda sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengharumkan nama Murung Raya.
Keempat, memperkuat verifikasi secara berlapis.
Pemkab Murung Raya akan meningkatkan koordinasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah teknis hingga pemerintah kecamatan dan desa. Proses verifikasi dilakukan secara berlapis untuk memastikan penerima bantuan benar-benar memenuhi persyaratan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan proses seleksi yang transparan, objektif, tepat sasaran, dan akuntabel, sekaligus mendukung tata kelola program yang sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Jembatan Menuju Pendidikan yang Lebih Merata
Bupati Heriyus berharap penyempurnaan Program Kartu HEBAT Mahasiswa mampu menjadikan program tersebut sebagai salah satu instrumen pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi di Murung Raya.
“Dengan segala pembenahan ini, kami berharap Kartu HEBAT Mahasiswa semakin efektif, semakin adil, dan semakin bermakna. Program ini harus menjadi jembatan yang kokoh, membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak daerah, agar mereka bisa meraih cita-cita dan kembali membangun Murung Raya,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya berkomitmen menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia.
Melalui penguatan sistem data, proses seleksi yang lebih terukur, serta tata kelola program yang semakin transparan dan akuntabel, Pemkab Murung Raya berharap tidak ada lagi putra-putri daerah yang memiliki potensi dan prestasi harus menghentikan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan biaya. [Longking]

