Perangkat Desa Arogan, Saat Awak Media Konfirmasi Proyek Rabat Beton di Desa Durian Sebatang

Kegiatan pemerintah desa

UTAMA2057 Dilihat

BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net – Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media terhadap pelaksanaan proyek pembangunan jalan rabat beton di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Selasa (08/07/2025), justru mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari salah satu perangkat desa.

Awalnya, awak media bermaksud mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Desa terkait pelaksanaan dan anggaran proyek tersebut. Namun, karena Kades tidak berada di tempat, awak media mencoba menghubungi Sekretaris Desa (Sekdes). Saat proses wawancara berlangsung, seorang Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan (Kesra) justru menyampaikan pernyataan bernada arogan kepada wartawan.

“Saya juga pernah jadi wartawan. Saya tahu maksud kalian datang ke sini, ingin minta uang iklan publikasi, dan kalaupun “ndak semadaan dengan akuni aku ndik takut(dengan menggunakan bahasa daerah)” ujar oknum Kasi Kesra tersebut kepada awak media, disaksikan sekdes dan beberapa perangkat desa di tempat.

Pernyataan tersebut dinilai tidak etis dan mencederai semangat kemitraan antara pers dan pemerintah desa yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan informasi publik.

Ironisnya, ketika ditanya lebih lanjut mengenai detail pelaksanaan proyek rabat beton tersebut, baik Sekdes maupun Kasi Kesra mengaku tidak mengetahui secara pasti karena menurut mereka pengelolaan proyek telah diserahkan sepenuhnya kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang berasal dari unsur masyarakat.

Sikap tertutup dan kurang kooperatif ini sangat disayangkan, terlebih pembangunan yang menggunakan dana desa seharusnya dapat dipantau secara transparan oleh masyarakat, termasuk melalui media sebagai pilar keempat demokrasi.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada Kepala Desa dan pihak TPK terkait rincian proyek, termasuk anggaran, volume pekerjaan, dan pelaksana teknis kegiatan tersebut. [Dya]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *