MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Hamparan padi ladang yang mulai menguning di sepanjang bantaran Sungai Tuhup menghadirkan sukacita tersendiri bagi masyarakat petani gunung di Kecamatan Barito Tuhup Raya (Batura). Kamis, 22/01/2026.
Musim panen yang kian dekat menjadi simbol keberhasilan dan rasa syukur warga atas hasil jerih payah mereka menjaga tradisi pertanian leluhur.
Pemandangan ladang padi yang berjajar rapi di lereng-lereng bukit tidak hanya memperindah alam pedalaman Kalimantan Tengah, tetapi juga mencerminkan keteguhan masyarakat Dayak dalam mempertahankan tradisi berladang yang dikenal dengan sebutan Malan Manana.
Bagi mereka, bertani bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari jati diri dan warisan budaya.
Kemandirian Pangan Sejak Zaman Leluhur
Jauh sebelum isu ketahanan pangan menjadi agenda nasional, masyarakat di wilayah Batura telah membuktikan kemandirian mereka melalui sistem pertanian padi gunung yang diwariskan secara turun-temurun.
Seluruh proses, mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga perawatan, dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan komunitas.
“Melihat padi mulai menguning adalah kebahagiaan yang sulit diungkapkan.
Ini adalah hasil kerja keras kami sejak membuka ladang hingga merawat tanaman. Tradisi Malan Manana sudah ada sejak zaman nenek moyang dan tetap kami jaga hingga sekarang,” ujar salah seorang warga setempat.
Harmoni Alam dan Budaya
Aktivitas bertani di ladang padi gunung mencerminkan kuatnya harmoni antara masyarakat Dayak dan alam. Pola tanam yang mengikuti siklus musim, serta penggunaan varietas padi lokal, menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih relevan dan berkelanjutan hingga kini.
Meski akses menuju desa-desa di pedalaman Barito Tuhup Raya tergolong menantang, semangat warga untuk mengelola lahan tidak pernah surut. Melalui sistem pertanian mandiri ini, kebutuhan pangan pokok keluarga di bantaran Sungai Tuhup dapat terpenuhi tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah.
Harapan di Musim Panen
Musim panen tahun ini diharapkan memberikan hasil yang melimpah. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, panen padi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga melalui kegiatan gotong royong saat memotong padi atau mengetam.
Kegembiraan masyarakat Barito Tuhup Raya menjadi potret nyata bahwa kedaulatan pangan sejatinya telah berakar kuat di tanah Kalimantan, tumbuh bersama ketekunan dan kearifan para petani gunung.
Kontak Media:
[Nama Anda/Instansi]
[Nomor Telepon/Email]
[Situs Web/Media Sosial]. [Longking]
Semburat Kuning di Bantaran Sei Tuhup, Petani Gunung Barito Tuhup Raya Sambut Musim Panen Dengan Sukacita
Kegiatan pemerintah

