MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Olung Dojo, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, pada Sabtu malam (19/9/2026), berhasil dikendalikan melalui aksi cepat dan sinergi lintas sektor. Minggu, 20/09/2026.
Di bawah komando langsung Kepala Desa Olung Dojo, Erly Sutisna Silam, masyarakat bergerak bersama melakukan pemadaman secara swadaya untuk mencegah kobaran api meluas dan merembet ke kawasan permukiman warga.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga Desa Olung Dojo untuk berkolaborasi dan bergotong royong dalam upaya pemadaman api. Setiap masyarakat diingatkan agar tidak lalai dan segera membuat pembatas agar api tidak merembet ke permukiman,” tegas Erly Sutisna Silam saat berada di lokasi.
Upaya pemadaman tersebut diperkuat unsur pemerintah kecamatan dan penanggulangan bencana. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tanah Siang, Jose, bersama Tim BPBD Kabupaten Murung Raya, turun langsung ke lapangan dan bahu-membahu bersama masyarakat untuk memadamkan kobaran api yang membakar semak belukar dan kawasan hutan.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. PT Petrosa dan PT BP mengerahkan personel serta peralatan pemadam untuk membantu mempercepat proses penanganan karhutla, terutama di sejumlah titik yang memiliki medan cukup sulit.
Kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, BPBD, masyarakat, dan dunia usaha tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah meluasnya karhutla serta melindungi kawasan permukiman dan lingkungan sekitar.
Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan imbauan Bupati Murung Raya Heriyus bersama Wakil Bupati Rahmanto Muhidin kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
Hingga dini hari, tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala.
Masyarakat Desa Olung Dojo juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya titik api baru, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau petugas apabila menemukan indikasi kebakaran.
Semangat gotong royong dan koordinasi lintas sektor diharapkan terus diperkuat sebagai langkah bersama dalam mencegah dan menangani karhutla, khususnya selama kondisi cuaca kering yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. [Longking]

