MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T., menegaskan bahwa penguatan ekonomi lokal tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi juga perlu didukung melalui pembinaan dan pengembangan usaha kerajinan rotan, bambu, serta usaha kecil dan menengah (UKM). Minggu, 11/10/2026.
Menurut Sutrisno, kerajinan berbahan rotan dan bambu, seperti kursi, meja, lemari, serta berbagai produk kerajinan tangan lainnya, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi sekaligus membanggakan masyarakat Murung Raya.
Mengusung tema “Dengan Cinta Hidup Bahagia dan Kerajinan Tanganlah yang Berani Mengukir Keindahan”, Sutrisno mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Bumi Tana Malai Tolung Lingu.
Ia juga berharap dinas terkait dapat bersinergi dengan pihak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK, untuk memperkenalkan keterampilan mengolah rotan dan bambu kepada para peserta didik.
Menurutnya, waktu libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan produktif, seperti belajar membuat kerajinan tangan yang tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
“Jangan biarkan rotan dan bambu hasil hutan kita lapuk termakan usia. Sepanjang masih bisa dimanfaatkan, bahan-bahan tersebut harus diolah menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi,” tegas Sutrisno.
Ia menambahkan, hasil karya terbaik para peserta didik perlu mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah. Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan, dan menghasilkan produk kerajinan berkualitas.
Sutrisno juga berharap produk kerajinan lokal dapat dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan fasilitas di kantor desa dan kecamatan.
“Ke depannya, setiap kantor desa dan kecamatan diharapkan dapat menggunakan kursi dan meja hasil kerajinan anak-anak kita sendiri. Sepanjang kita mampu memproduksinya di daerah sendiri, alangkah baiknya kita memanfaatkan produk lokal,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut tidak hanya membuka peluang bagi tumbuhnya usaha kerajinan lokal, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta meningkatkan kebanggaan terhadap hasil karya putra-putri daerah.
“Jadikan hari libur sebagai waktu yang bermanfaat untuk belajar dan berkarya. Kegiatan seperti ini akan lebih berarti karena dapat mengembangkan keterampilan dan kreativitas anak-anak kita sekaligus mengarahkan mereka pada kegiatan yang positif,” pungkas Sutrisno.
Melalui pengembangan kerajinan rotan dan bambu, diharapkan potensi sumber daya alam Murung Raya dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha lokal yang kreatif, produktif, dan berdaya saing. [Longking]

