Sutrisno, S.T.: Libur Sekolah Jadi Momen Belajar Kehidupan, Ajak Generasi Muda Murung Raya Bantu Orang Tua

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Di tengah kesibukan dunia pendidikan yang seringkali hanya terpaku pada bangku sekolah dan layar gawai, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Murung Raya, Sutrisno, S.T, hadir dengan pesan yang sederhana namun sangat mendalam dan menyentuh hati. Sabtu, 07/11/2026.

Ia mengajak kepada para generasi muda, siswa dan siswi Murung Raya, agar bisa memanfaatkan hari libur untuk membantu pekerjaan orang tua.

Bukan untuk membebani. Bukan untuk melarang bermain. Tetapi untuk belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya.

*BELAJAR BUKAN CUMA DI BANGKU SEKOLAH*

> “Belajar bukan cuma di bangku sekolah, tetapi dengan membantu setiap kegiatan orang tua di rumah, di ladang, di kebun dan UMKM itu juga bisa meningkatkan pendapatan dan sekaligus ilmu pengetahuan dari berbagai pengalaman kearifan lokal yang pernah dipelajari pada waktu tertentu,” ujar Sutrisno.

Kalimat itu bukan sekadar nasihat. Itu adalah pelajaran hidup.

Karena di rumah, anak belajar tentang tanggung jawab. Di ladang, anak belajar tentang kerja keras dan kesabaran. Di kebun, anak belajar tentang proses, bahwa tidak ada hasil yang instan. Dan di UMKM orang tua, anak belajar tentang kemandirian, kewirausahaan, dan cara menghargai setiap rupiah yang dihasilkan dengan keringat.

*LIBUR YANG BERMAKNA, LIBUR YANG MENGHASILKAN*

Sutrisno menegaskan, hari libur seharusnya bukan dihabiskan hanya untuk bermalas-malasan atau bermain gawai tanpa arah. Hari libur adalah kesempatan emas untuk lebih dekat dengan orang tua, untuk memahami perjuangan mereka, dan untuk ikut merasakan bagaimana sebuah keluarga bertahan dan berjuang bersama.

Ketika seorang anak ikut membantu ibunya berjualan, ia belajar berhitung, belajar melayani, belajar sopan santun. Ketika seorang anak ikut membantu ayahnya di ladang, ia belajar mencintai tanah kelahirannya, mencintai alam Murung Raya, dan menghargai makanan yang ada di meja makan.

Itulah pendidikan yang tidak pernah diajarkan di buku pelajaran manapun. Itulah pendidikan yang bernama *kearifan lokal*.

*GENERASI MUDA YANG HEBAT, ADALAH GENERASI YANG TAHU ASALNYA*

Menurut Sutrisno, generasi muda Murung Raya tidak boleh malu membantu orang tua. Justru sebaliknya, harus bangga.

Bangga bisa membantu. Bangga bisa berkeringat untuk keluarga. Bangga bisa belajar dari orang tua yang telah berjuang tanpa lelah membesarkan mereka.

Anak yang mau membantu orang tuanya hari ini, adalah pemimpin yang akan peduli kepada rakyatnya besok. Karena ia sudah belajar berkorban sejak muda,” tutur Sutrisno.

*PESAN UNTUK ORANG TUA DAN SEKOLAH*

Sutrisno juga menitipkan pesan untuk para orang tua dan pihak sekolah, agar terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dari kehidupan nyata. Libatkan mereka, ajak mereka, dan ajarkan mereka dengan kasih sayang.

Karena Murung Raya tidak hanya butuh generasi yang pintar secara akademis, tetapi juga generasi yang berkarakter, pekerja keras, mandiri, dan mencintai budaya serta kearifan lokalnya sendiri.

Libur bukan berarti berhenti belajar. Libur berarti belajar dengan cara yang berbeda: belajar dari rumah, dari ladang, dari kebun, dan dari pelukan orang tua. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *