Tahun Baru Islam, Ketua KPK ; Momentum Hijrah Dari Kejahatan Korupsi dan Perilaku Koruptif

RELIGI149 Dilihat

JAKARTA / SEMAKU.net – Syukur Alhamdulillah, Umat Muslim dunia khususnya di tanah air, masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk bertemu dan merayakan Kembali Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriah.

Meski angka sebaran relatif menurun, situasi pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, tentu saja berbagai bentuk kejadian Tahun Baru Islam seperti pawai obor massal, yang dilakukan setiap hari hingga beranjak remaja di kampung halaman, hanya mungkin dapat dengan batasan-batasan tertentu, demi keselamatan jiwa kita bersama, ujar ketua KPK H. Firli Bahuri Sabtu 30/7/22.

Namun saya percaya dan yakin, umat tidak merayakan Tahun Baru Islam sebagai upacara akbar tahunan yang memang sangat dinanti-nanti setiap muslim dunia, namun esensi serta keutamaan 1 Muharram yang sarat dengan tauladan dan nilai-nilai kehidupan baik didalamnya, tentunya menjadi momentum kebangkitan mental dan spiritual agar kita kembali kejalan yang benar, sebagai seorang hamba-Nya.

Muharram memiliki arti yang ditemukan atau dimuliakan, karena beragam peristiwa bersejarah dan sangat penting bagi peradaban, perkembangan dan kemajuan Islam, salah satunya Hijrah Nabi Besar Muhammad SAW, terjadi di bulan yang penuh rahmat ini.

Hijrah secara bahasa berasal dari kata hajara yang maknanya adalah terjadi atau memutus dan meninggalkan sesuatu yang tidak baik, tulis

Rasulullah SAW juga pernah mengatakan, orang yang berhijrah adalah orang yang berpegang teguh pada amar ma’ruf nahi munkar memiliki hak untuk mengendalikan apapun yang dilarang oleh-Nya dan niat berhijrah untuk tujuan atau kondisi yang bertentangan dengan Al Quran serta memiliki keinginan sendiri, idealnya -mata dilakukan karena Allah SWT, sebagaimana QS. Al-Baqarah ayat 218:

إِنَّ الَّذِينَ ا الَّذِينَ هَاجَرُوا اهَدُوا فِي لِ اللَّهِ لَٰئِكَ اللَّهِ اللَّهُ غَفُورٌ Artinya

: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218).

Sangat jelas, hijrah dari keadaan atau perbuatan jahat, buruk dan tercela, seperti perilaku koruptif atau budaya/laten korupsi, sejatinya hanya dilakukan oleh orang-orang yang percaya, kata Firli

Dengan kata lain, manusia yang berperilaku koruptif dan berani melakukan korupsi, termasuk golongan manusia yang tidak percaya karena berani mengingkari keberadaan tuhan serta agamanya, dankari nilai-nilai kemanusiaan, “naudzubillah min dzalik”

Apalagi, korupsi bukan kejahatan yang hanya merugikan keuangan negara, dampak kejahatan yang saya hak-hak rakyat dan juga kejahatan terhadap kemanusiaan (corruption is a crime against humanity) ini, sangat merusak pada setiap tatanan di segala aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Tidak sedikit negara-negara dunia yang gagal dalam menjalankan kewajiban, khususnya bagi rakyat, setelah korupsi yang dilakukan atau sengaja dibiarkan menjamur oleh elit-elitnya, lambat laun mulai menggerogoti, merusak dan meluluhlantakkan semua sistem dan setiap tatanan kehidupan di negara tersebut.

Hijrah dalam artian mengamalkan amar ma’ruf nahi munkar , sejatinya adalah kunci bagi umat manusia, bukan hanya Muslim, agar terhindar dari perilaku koruptif dan perbuatan tercela lainnya.

Lihat saja pandangan Joe Biden saat kampanye sebagai Presiden Amerika Serikat, dimana beliau mengutip hadist amar ma’ruf nahi munkar

ا لْيُغَيِّرْهُ لَمْ لِسَانِهِ لَمْ لْبِهِ لِكَ الإِيمَانِ

Biden menyebut Hadits Nabi Muhammad SAW yang menginstruksikan siapa pun di antara kamu yang melihat kemunkaran, maka hendaklah mengubahnya dengan mengubahnya, jika tidak mampu membuat perubahan dengan lisannya, jika tidak mampu mengubahnya dengan mengubahnya, dan itulah yang paling lemah, sangat tepat. .

Keutamaan Bulan Muharram khususnya tauladan Hijrah Nabi Besar Muhammad SAW, menyiratkan kehidupan mengenai perubahan yang selalu menjadi impian dan harapan, yang seyogianya harus disertai dengan usaha dan tekad kuat dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, agar kita menjadi pribadi yang berbudi, sederhana, jujur ​​dan istiqomah menjaga integritas sebagai hamba-Nya.

Sebagai bentuk representasi amar ma’ruf nahi munkar yang telah menjadi ruh dalam setiap detak jantung, hembusan nafas dan langkah kaki, kami dapat mewujudkannya di Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), mantap mewakafkan diri dan keluarga dalam perang badar melawan korupsi di republik ini .

Apalagi besarnya dukungan dan harapan atas impian yang kami miliki adalah bangsa di republik ini yang akan menyaksikan bumi bebas dari kejahatan korupsi, Insya Allah hal ini akan terus menjadi energi positif terbaharukan bagi kami, dalam menumpas korupsi di NKRI.

Terakhir izinkan kami menorehkan beberapa bait puisi untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah.

Sungguh indah malam 1 Muharam
Ku lihat anak-anak, kaum remaja hingga orang dewasa, pandangan rapi dengan obor ditangan, terangi cahaya bulan yang tampak temaram.

Sayup-sayup ku dengar lantunan puja-puji Sholawat Nabi, pertanda sudah dekat Tahun Baru Islam yang telah lama dinanti

Ada harap dalam setiap langkah, impian pada setiap mimpi yang dijanjikan bangsa ini di Tahun Baru Islam yang layanan.

Harap, mimpi dan impian Indonesia bebas dari kejahatan korupsi, kejahatan kemanusiaan, menjadi keniscayaan jika amar ma’ruf nahi munkar benar-benar ditegakkan

Selamat menyambut 1 Muharram 1444 Hijriyah, semoga Tahun Baru Islam 1444 Hijriah, Bangsa dan Negara kita dapat benar-benar hijrah, lepas, bebas dan bebas dari kejahatan korupsi dan perilaku koruptif, agar tujuan dan cita-cita majunya kesejahteraan umum dan kecerdasan kehidupan bangsa , benar-benar nyata dan dirasa merata dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote, pungkas Ketua KPK H. Firli Bahuri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *