MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang membumi dengan melakukan kunjungan langsung ke Kelurahan Muara Bakanon, Kecamatan Permata Intan, tanpa didampingi protokoler resmi. Minggu, 12/04/2026.
Dalam wawancara melalui WhatsApp, Sabtu (11/4/2026), Rahmanto menyebut langkah tersebut sebagai komitmen untuk hadir di tengah masyarakat tanpa sekat jabatan maupun formalitas.
“Jabatan bukan untuk menciptakan jarak, tetapi untuk membuka jalan. Saya ingin melihat langsung, mendengar tanpa perantara, dan merasakan kehidupan masyarakat apa adanya,” ujarnya.
Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Murung Raya itu disambut hangat oleh lurah, perangkat kelurahan, ketua RW dan RT, mantir adat, serta masyarakat setempat. Pertemuan yang berlangsung sederhana tersebut berkembang menjadi ruang dialog terbuka yang cair dan setara.
Rahmanto memilih duduk lesehan bersama warga, berbincang santai untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan harapan yang kerap tidak tersampaikan melalui jalur formal.
“Di Muara Bakanon, saya tidak ingin menjadi pejabat yang hanya datang untuk dilihat, tetapi hadir untuk benar-benar mendengar. Kebijakan yang kuat lahir dari telinga yang mau mendengar, bukan sekadar dari laporan di atas meja,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar kebijakan pemerintah benar-benar berpijak pada kondisi riil di lapangan.
Dalam kunjungan itu, Rahmanto juga menghadiri prosesi adat hantaran jujuran dalam rangkaian pernikahan anak Guru Sampuorna Irawan (Guru Kiyang), yakni Faisal dan Wiska. Kehadirannya menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan nilai-nilai budaya masyarakat.
“Tradisi seperti hantaran jujuran bukan sekadar seremoni, tetapi cerminan nilai kebersamaan, penghormatan, dan identitas budaya yang harus terus dijaga. Pemerintah tidak boleh asing terhadap budaya masyarakatnya sendiri,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan blusukan yang dilakukan bukanlah sekadar pencitraan, melainkan metode kerja untuk menyelaraskan kebijakan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan mendengar langsung serta merawat tradisi, Rahmanto berharap pembangunan di Bumi Tana Malai Tolung Lingu tetap berjalan secara humanis, cerdas, harmonis, dan berakar pada jati diri masyarakat. [Longking]
Tanpa Protokoler, Wabup Murung Raya Blusukan ke Muara Bakanon: Serap Aspirasi dan Jaga Tradisi
Kegiatan pemerintah

