BENGKULU, KAUR / SEMAKU.net – Kecelakaan kerja terjadi di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur, Bengkulu, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Sebuah alat berat jenis mobile crane ambruk saat mengangkat material bangunan dan mengakibatkan dua pekerja mengalami luka. Salah seorang korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Kaur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika mobile crane tengah digunakan untuk mengangkat material bangunan. Saat beroperasi, alat berat tersebut diduga kehilangan keseimbangan hingga terguling ke samping. Lengan crane kemudian menghantam area kerja yang saat itu terdapat sejumlah pekerja.
Insiden tersebut menyebabkan dua pekerja mengalami cedera dan langsung dilarikan ke RSUD Kaur untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam upaya memperoleh informasi terkait kecelakaan tersebut, tim Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) sempat mengalami kendala saat hendak melakukan konfirmasi di lokasi proyek. Namun, Manager Teknik kontraktor, Chairul, akhirnya memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
Dalam keterangannya, Chairul menyebut kecelakaan tersebut menyebabkan karyawan mengalami trauma serta luka gores ringan. Ia juga menyampaikan bahwa pekerja yang mengalami luka telah dipulangkan kepada keluarganya di Rembang, Jawa Tengah.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan informasi dari pihak RSUD Kaur.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kaur, Andika, membenarkan bahwa rumah sakit menerima dua pasien yang mengalami kecelakaan kerja dari lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Kedua korban kemudian menjalani perawatan di Ruang Mawar.
Kabid Pelayanan RSUD Kaur, Fera Wati, S.Kep., Ners., mengatakan tim medis telah memberikan penanganan terhadap kedua korban. Namun, kondisi salah seorang korban tidak dapat diselamatkan akibat cedera berat yang dialaminya.
“Dua korban sempat dirawat beberapa jam di Ruang Mawar. Namun, satu korban dinyatakan meninggal dunia akibat cedera berat yang dialaminya,” ujar Fera.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Arik Ananta (28), warga Desa Sumber Rejo, Kecamatan Selo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Arik kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Rembang untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Perbedaan keterangan antara pihak kontraktor dan kondisi yang disampaikan oleh RSUD Kaur tersebut menjadi perhatian Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB). Terlebih, kecelakaan kerja tersebut telah mengakibatkan hilangnya nyawa seorang pekerja.
AJB mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Kaur, untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti ambruknya mobile crane serta memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi proyek.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), baik di tingkat Provinsi Bengkulu maupun Kabupaten Kaur, diminta segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja telah diterapkan sesuai ketentuan, sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan serupa yang dapat kembali mengancam keselamatan para pekerja.
Laporan: Roni Afrizal
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat di Kaur, Crane Ambruk, Satu Pekerja Asal Rembang Tewas
Kecelakaan kerja

