MURUNG RAYA / SEMAKU.net – UPTD Puskesmas Muara Joloi 1 menggelar kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor sebagai upaya memperkuat koordinasi dan langkah antisipatif dalam menghadapi potensi meningkatnya berbagai gangguan kesehatan akibat musim kemarau panjang. Kamis, 27/08/2026.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya, pada Agustus 2026 tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran Puskesmas dan tenaga kesehatan, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga unsur terkait lainnya yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Desa Muara Joloi I, Rusmin Nuryandin.
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Debu, dan Cuaca Panas
Lokakarya Mini Lintas Sektor ini menjadi wadah bersama untuk mengevaluasi capaian program kesehatan, memetakan berbagai risiko kesehatan yang berpotensi muncul, sekaligus menyusun langkah tindak lanjut secara terpadu, cepat, dan terukur.
Melalui kegiatan bertajuk “Lokakarya Mini Lintas Sektor UPTD Puskesmas Muara Joloi 1 Kecamatan Seribu Riam Agustus 2026”, seluruh peserta diajak memperkuat koordinasi dalam menghadapi dampak perubahan kondisi cuaca, khususnya kemarau panjang yang mulai dirasakan masyarakat.
Kepala Desa Muara Joloi I, Rusmin Nuryandin, menilai kegiatan tersebut sangat penting sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul akibat kondisi lingkungan selama musim kemarau.
“Kegiatan ini tentunya diadakan guna mengantisipasi berbagai jenis penyakit yang bisa saja timbul akibat dampak kemarau panjang. Terutama yang disebabkan oleh kabut asap, debu, panas, dan faktor lainnya yang saat ini mulai dirasakan masyarakat,” ujar Rusmin Nuryandin.
Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama melalui koordinasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, Pemerintah Desa, dan seluruh elemen masyarakat.
Fokus pada ISPA, Stunting, Imunisasi, dan Peran Posyandu
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah isu kesehatan prioritas turut menjadi perhatian. Di antaranya adalah upaya mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA akibat paparan kabut asap dan debu, percepatan penurunan angka stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan peran Posyandu dan kader kesehatan di tingkat desa.
Sinergi antara Puskesmas, Pemerintah Desa, kader kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan warga, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Selain melakukan upaya pengobatan, langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat juga terus didorong agar warga mampu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang.
Perwakilan UPTD Puskesmas Muara Joloi 1 menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
“Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama. Tanpa dukungan dan kerja sama lintas sektor, berbagai program kesehatan tentu tidak akan berjalan secara maksimal,” tegasnya.
Perkuat Kolaborasi untuk Masyarakat yang Sehat dan Tangguh
Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi masalah kesehatan di wilayah Kecamatan Seribu Riam.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara UPTD Puskesmas Muara Joloi 1, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau panjang, penguatan kolaborasi, edukasi, pencegahan, serta respons cepat terhadap persoalan kesehatan menjadi langkah penting dalam mewujudkan masyarakat Seribu Riam yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

