Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya H. Johansyah, S.E., M.I.P., Tegaskan Terbuka terhadap Kritik: “Sampaikan Kebenaran Walaupun Pahit!”

Kegiatan pemerintah

Berita10881 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Di tengah meningkatnya partisipasi publik dan derasnya arus informasi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, *H. Johansyah, S.E., M.I.P.,* menyatakan sikap tegas dan terbuka: dirinya tidak anti kritik. Sabtu, 31/10/2026.

Politisi senior yang dikenal berintegritas dan berwawasan luas ini menegaskan bahwa pintu aspirasinya terbuka lebar bagi semua pihak, sepanjang kritik, saran, dan masukan tersebut bertujuan untuk membangun Murung Raya yang lebih baik.

“Sebagai Dewan pengemban amanah rakyat daerah, setiap kritik dari berbagai sumber bagi kami adalah hal yang lumrah. Justru kritik adalah pemicu munculnya ide-ide kritis terhadap bermacam keluhan tentang pembangunan infrastruktur, keadilan, kinerja pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, dan lain-lainnya yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar H. Johansyah, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Ketua yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan ini, kritik tidak boleh dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai vitamin demokrasi yang menyehatkan. Baik kritik yang pedas, sedang, maupun halus, semuanya memiliki nilai dan harus ditampung sebagai aspirasi murni rakyat.

“Ada kritik pedas, sedang, dan semuanya itu tentu kami tampung sebagai aspirasi. Dan yang jelas, kami tidak anti kritik,” tegas H. Johansyah dengan nada serius.

Lebih jauh, H. Johansyah yang juga menyandang gelar Magister Ilmu Pemerintahan ini mengutip sebuah prinsip moral universal yang menjadi pegangan hidupnya dalam berpolitik dan mengabdi kepada rakyat.

“Sampaikanlah satu kebenaran walaupun itu pahit untuk didengar,” ujar H. Johansyah dengan nada serius, _thinking_ mendalam.

Pernyataan tersebut, menurutnya, adalah cerminan dari komitmen DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat untuk tetap berpihak pada kebenaran dan keadilan substantif, bukan sekadar pencitraan.

H. Johansyah menambahkan, di era keterbukaan seperti saat ini, dimana setiap warga dapat menyampaikan pendapat melalui berbagai platform, baik media sosial, media online, maupun forum tatap muka, maka DPRD harus hadir sebagai pendengar yang baik dan penyambung lidah yang bertanggung jawab.

“Kritik yang membangun adalah energi bagi kami untuk bekerja lebih keras, lebih transparan, dan lebih akuntabel. Jangan diam jika melihat ada yang salah. Sampaikan, dan kami akan perjuangkan,” pungkasnya.

Sikap kenegarawanan yang ditunjukkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya ini diharapkan dapat menjadi contoh dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *