Warga Tumbang Masao Keluhkan Sungai Menghitam Akibat Kemarau Panjang dan Dampak Karhutla

Kegiatan pemerintah

OTONOMI DAERAH5254 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Krisis air bersih mulai dirasakan warga Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito, Kabupaten Murung Raya, menyusul kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas sumber air masyarakat. Minggu, 06/09/2026.

Melalui Media Online Suara Akar Rumput, warga menyampaikan aspirasi dan berharap Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama DPRD serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sejumlah sungai yang selama ini menjadi sumber air bagi masyarakat dilaporkan mulai mengalami penyusutan debit. Sebagian sumber air lainnya juga mengalami penurunan kualitas.

Kondisi air sungai disebut tampak menghitam dan kekuningan, diduga akibat berbagai dampak yang terjadi selama musim kemarau dan Karhutla.

Situasi tersebut membuat warga semakin kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini dinilai sangat berdampak terhadap kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan anak balita.

JARAK TEMPUH SEMAKIN JAUH, AIR BERSIH SEMAKIN LANGKA

Hadini, warga Desa Tumbang Masao, mengungkapkan bahwa masyarakat kini harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan air bersih.

“Bukan sekadar untuk kepentingan memasak, mencuci, dan konsumsi. Namun, jarak tempuh yang semakin jauh membuat warga kesulitan mendapatkan air. Hingga lansia, ibu hamil, dan anak balita yang biasanya mandi tiga kali sehari, akibat kesulitan air satu kali sehari pun susah,” ujar Hadini.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Warga bahkan terpaksa memanfaatkan air dari Sungai Barito untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun menyadari bahwa kualitas air tersebut belum layak untuk dikonsumsi.

“Selama beberapa hari belakangan ini kami tidak pernah menyampaikan keluhan karena mengingat meskipun di musim kemarau kami tetap bisa mengonsumsi air bersih.

Tetapi saat ini sebagian besar warga masyarakat sudah mengonsumsi air dari Sungai Barito. Walaupun kami tahu airnya tidak layak untuk diminum, namun kata apa boleh buat, karena tidak mampu membeli stok air Aqua,” lanjutnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan akses air bersih tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menjadi persoalan kesehatan masyarakat apabila berlangsung dalam waktu yang panjang.

WARGA HARAPKAN SOLUSI KONKRET PEMERINTAH

Warga Desa Tumbang Masao berharap Pemerintah Kabupaten Murung Raya, DPRD, serta dinas dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut.

Masyarakat berharap adanya langkah konkret, khususnya penyediaan bantuan air bersih dan upaya memastikan ketersediaan sumber air yang aman bagi kebutuhan warga selama musim kemarau.

“Kami berharap ada solusi buat kami yang berada di pedalaman ini,” pinta Hadini.
Selain kemarau panjang, kondisi sumber air masyarakat juga dikhawatirkan semakin memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Debu, abu, serta material lainnya berpotensi masuk ke aliran sungai dan memengaruhi kualitas air. Karena itu, warga berharap persoalan air bersih di wilayah pedalaman tidak hanya menjadi perhatian sementara, tetapi mendapatkan penanganan yang terukur dan berkelanjutan.

MEDIA MENJADI JEMBATAN ASPIRASI MASYARAKAT

Media Online Suara Akar Rumput menyatakan akan terus menjalankan fungsi jurnalistik dengan menyampaikan informasi dan aspirasi masyarakat kepada pihak-pihak terkait secara berimbang.

Penyampaian keluhan warga tersebut merupakan bagian dari upaya media dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, khususnya terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

“Ditanggapi ataupun belum bisa ditanggapi, itu kita percayakan kepada pihak-pihak yang dituju. Namun, tugas wartawan menjembatani antara masyarakat dan pemerintah sebagai mitra,” demikian pernyataan redaksi.

Krisis air bersih di Desa Tumbang Masao diharapkan menjadi perhatian bersama, mengingat air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia dalam jumlah dan kualitas yang memadai, terlebih bagi warga yang berada di wilayah pedalaman dan tengah menghadapi musim kemarau. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *