Dapur MBG Jalan Gama Diduga Tak Berizin, Siswa SMA N 1 Bengkulu Selatan Keluhkan Makanan Tak Layak Konsumsi

Diduga sarang korupsi

KESEHATAN5907 Dilihat

BENGKULU SELATAN / SEMAKU.net – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan siswa SMA Negeri 1 Bengkulu Selatan justru menuai sorotan tajam. Alih-alih menyajikan hidangan sehat, makanan yang diberikan malah dikeluhkan murid karena kondisinya memprihatinkan. Rabu, 24/09/2025.

Pada Selasa (23/9/2025), sejumlah siswa mengaku kecewa dengan kualitas makanan yang mereka terima. Nasi terlihat sudah berbenang putih dan lembek, sementara buah semangka yang dibagikan dalam keadaan benyek, bahkan nyaris membusuk. Parahnya lagi, ada siswa yang mengalami sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut.

Kondisi ini jelas menimbulkan tanda tanya besar: apakah benar makanan tersebut layak disebut bergizi?

Ironisnya, saat awak media berupaya meminta klarifikasi, pihak pengelola justru menutup diri. Ketua yayasan pengelola MBG yang beralamat di Jalan Gama enggan ditemui, sementara Ketua Dapur MBG, Wendi, bahkan meminta agar masalah ini tidak dipublikasikan. Sikap tertutup tersebut semakin mempertebal dugaan adanya persoalan serius dalam pengelolaan program MBG.

Lebih jauh, berdasarkan pantauan awak media, legalitas dapur MBG Jalan Gama pun masih dipertanyakan. Dinas Perindagkop dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan menegaskan belum pernah mengeluarkan izin operasional untuk dapur tersebut. Artinya, aktivitas pengolahan makanan yang menjadi konsumsi siswa sekolah berjalan tanpa payung hukum yang jelas.

Program MBG sejatinya merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi muda. Namun praktik seperti ini justru berpotensi mencoreng citra program sekaligus mengancam keselamatan siswa.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak yayasan MBG jalan gama Bengkulu Selatan masih terus menghindar dan belum memberikan klarifikasi resmi.

Dengan adanya kejadian ini pihak pemerintah instansi terkait jangan hanya diam saja ungkap salah satu wali murid di Bengkulu Selatan. [Dya]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *