Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya Imbau Warga Waspada Ancaman Penyakit di Musim Kemarau

Kegiatan pemerintah

DESA MEMBANGUN6091 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak kesehatan yang berpotensi muncul selama musim kemarau. Jum’at, 17/07/2026.

Selain risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi cuaca kering juga dapat memicu gangguan kesehatan akibat meningkatnya debu, asap, dan suhu udara yang panas.

Menurut Johansyah, musim kemarau sering kali menyebabkan kualitas udara menurun, terutama jika terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan.

“Masyarakat diharapkan tidak hanya waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga terhadap berbagai penyakit yang dapat timbul akibat paparan asap, debu, dan udara panas selama musim kemarau,” ujar Johansyah.

Ia menjelaskan, sejumlah penyakit yang kerap meningkat saat musim kemarau di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, alergi kulit, dehidrasi, diare, serta gangguan pernapasan yang dapat memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit paru lainnya.

Karena itu, Johansyah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara memburuk.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, demam, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya.

Selain itu, Johansyah mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama instansi terkait dan tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta memastikan kesiapsiagaan layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak musim kemarau.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar dampak musim kemarau terhadap kesehatan dapat diminimalkan.

Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini, kita berharap masyarakat tetap sehat dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *