MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Berdasarkan hasil Survei lapangan wartawan pers, di beberapa desa/ kelurahan dan kecamatan lingkup kabupaten Murung Raya, ada banyak pesan titipan dari warga masyarakat yang semestinya di sampaikan kepada pihak pemerintah daerah terkhususnya Dinas badan kesatuan instansi terkait. Sabtu, 14/12/2024.
“Dalam beberapa hari terakhir ini kami dari awak media yang menjalankan tugas dan fungsi sebagai pilar ke 4 Negara Republik Indonesia, turut Andil didalam melakukan kontrol sosial di beberapa wilayah kabupaten/kota, kecamatan, sampai ke pelosok Desa desa, guna Untuk membantu tugas Negara sesuai Amanat UU Keterbukaan publik no 14 tahun 2008 kami bebas menginformasikan berita yang bermanfaat bagi masyarakat dan berita berimbang lainnya.
Adapun kegiatan yang kami lakukan ini dengan bertujuan untuk membantu tugas pemerintah demi mempermudahkan masyarakat, dan sebagai mitra kerja antara pemerintah dan masyarakat kami menjalankan misi sebagai penyampai informasi Menyalurkan aspirasi melalui berita berita yang kami tampung langsung dari masyarakat dan di tujukan kepada pihak pemerintah melalui saluran Media seperti yang di harapkan oleh masyarakat kepada semua pihak media.
“Didalam perjalan kami terdapat ada banyak hal yang di sampaikan oleh masyarakat, Yakni nyaris di seluruh desa yang kami kunjungi bahwa kami melihat dan mendengarkan langsung keluhan dari warga masyarakat, terkait pada paktor pembangunan pada beberapa tahun terakhir ini.
Baik itu akses jalan antar desa antar kecamatan, jembatan penghubung, Sarana Air bersih, jaringan listrik masuk desa, dan jaringan penghubung komunikasi Internet seperti tower menyebarluaskan informasi melalui signal.
“Salah satu dari Warga Murung Raya yang bertempat tinggal di sebuah desa terpencil dan lumayan jauh dari ibukota kabupaten, Murung Raya.
Ia enggan disebutkan namanya, menyampaikan kepada kami, bahwa di akhir akhir ini Warga desa setempat kesulitan Air bersih, di samping tidak memiliki akses jalan yang layak untuk dijadikan jalur transportasi antar desa, namun juga terhalang oleh jembatan penghubung yang sudah dianggap hampir roboh karena sudah lapuk, “tandasnya yang enggan disebutkan namanya.
“Ia juga menyampaikan jangankan untuk listrik PLN masuk desa, sementara power saja Desa kami belum memiliki jaringan internet misalkan saja ada SMS yang masuk, itupun cuma secara kebetulan sinyal nyasar, ucap nya, pada media suara akar rumput.
“Dan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat maka kami sampaikan keluhan warga dari beberapa desa ini melalui saluran informasi secara on-line, karena mengingat seberapa banyak keluhan masyarakat terkait akses pembangunan lengkap ini sudah jelas dana desa DD tidak mencukupi untuk memenuhi pencapaian tujuan membangun desa dalam jangka pendek.
Karena dana desa lebih di fokuskan dan di utamakan untuk membangun menata ruang dalam pintu gerbang desa, dan di dalam dana desa yang di kelola oleh Aparatur Pemerintah Desa, ada banyak pagu anggaran yang sudah di rancang baik untuk pembangunan, kesehatan, dan pendidikan, BLT termasuk honorer tenaga pengajar dan kader posyandu, juga ketahanan pangan.
Dan menurut hemat penulis, membangun sebuah desa melalui dana desa itu cuma bisa di lakukan secara bertahap, mengingat banyaknya dana desa dalam satu tahun akan lebih banyak lagi pos pagu anggaran yang sudah di rancang oleh pemerintah desa dan BPD dan sudah tertuang dalam Rancangan pembangunan’ jangka panjang des,(Rkpdes)
dan Rancangan pembangunan’ jangka menengah desa (RPJMD es.
“Dan untuk mempercepat proses pembangunan Lebih besar harapan masyarakat Melalui program pemerintah Daerah provinsi Kalimantan tengah dan kabupaten Murung Raya.” [Longking]

