Anggota DPRD Mura Imanudin S. Pd.i, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi Dalam Bulan Suci Ramadhan

Himbauan pelayanan

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Anggota DPRD kabupaten Murung Raya, IMANUDIN, S.Pd.i, mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat mempererat hubungan kekeluargaan antara sesama umat beragama dengan memperkuat jalinan silaturrahim,
Puruk cahu kabupaten Murung Raya. Minggu, 09/03/2025.

“Ramadan menjadi bulan yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebab, Ramadan adalah bulan penuh kebaikan, keberkahan, kemuliaan, dan keutamaan yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Al-Qur’an diturunkan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan dibelenggu. 


kultum nasihat keagamaan dikumandangkan di mana-mana, Salat Tarawih dilaksanakan, zakat fitrah ditunaikan, dan Lailatul Qadar dapat dijumpai.”ujarnya Imanudin,

Ramadan masyhur sebagai bulan puasa (shahr al-shiyam). Selama Ramadan orang mukmin diwajibkan berpuasa. tujuan di balik kewajiban berpuasa tentunya untuk menahan hawa nafsu.

Berpuasa mendidik diri merasakan penderitaan kaum miskin. Dan yang tidak kalah pentingnya di bulan suci Ramadhan ini hendaknya kita memperbanyak ibadah kepada Allah swt, dalam melakukan hal-hal yang terbaik bagi semua orang, dan meningkatkan iman ketakwaan kepada Allah swt, serta memperkuat hubungan antara sesama manusia hambanya. 

Anggota DPRD kabupaten Murung Raya, dari partai keadilan sejahtera (PKS) juga menjelaskan bahwa Allah swt dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 sebetulnya sudah menyebutkan secara eksplisit muara akhir dari puasa. Yakni, agar kita menjadi orang yang bertakwa (la‘allakum tattaqūn).

Kata ‘takwa’ dalam bahasa Arab terdiri dari: huruf ‘ta’ (taubah); ‘qa’ (qana’ah); ‘wa’ (wara’); ‘alif’ (amanah). Seseorang tidak bertakwa jika tidak bertobat, merasa cukup, menjauhkan diri dari kemaksiatan, dan bertanggung jawab. Ketakwaan seseorang tercermin dalam setiap aspek kehidupannya sehari-hari.”

Kedua, awwam. Seseorang yang sudah aktif belajar agama, konsisten beribadah, dan berperilaku lebih etis.

Ketiga, ahlut tha’ah. Mereka yang disiplin beribadah dan perangainya semakin saleh.

Keempat, ahlul ibadah. Beribadah bukan karena menjalankan kewajiban, tetapi menjadi sumber kebahagiaan, kesenangan, dan ketenangan.

Kelima, Ahlullah. Beribadah dengan dilandasi cinta tulus kepada Allah dan tidak membedakan antara ibadah wajib dan sunnah. Menyenangkan dan Menenangkan. 

Nabi Muhammad mengisi Ramadan dengan beberapa amal ibadah yang menyenangkan dan menenangkan. Pertama, tadarus Al-Qur’an. Selama Ramadan Jibril turun menemui Nabi, menyimak bacaannya, dan mengajarkannya Al-Qur’an. Membaca, mempelajari, dan mentadaburi Al-Qur’an itu sama dengan berbicara dengan Allah, dan itu adalah obat dari segala ketidaktenangan hati kita.

Kedua, sedekah. Nabi semakin meningkatkan kedermawanannya saat bulan Ramadan. Hadits dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan al-Bukhari menggambarkan bahwa kedermawanan beliau melebihi embusan angin. Beliau berbagi kepada siapa pun tanpa memandang latar belakangnya, termasuk yang berbeda agama. Orang yang bersedekah akan diberi keberkahan harta. Sementara yang menerima sedekah akan merasa bahagia.

Berangkat dari dua amal yang dilakukan Nabi tersebut, tahun ini mengusung konsep Ramadan 1446 hijriah ini Menyenangkan dan Menenangkan.
Ada empat subtema yang dirancang untuk mewujudkan hal itu.

Dan sebagai anggota dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Murung Raya, Kami Mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Daerah pada bulan puasa Ramadan. Berisi program-program yang berfokus pada penguatan kajian keislaman seperti pesan Ramadan 1446 H, dan, Ramadan Peduli Lingkungan.

Meliputi program-program yang menyelaraskan ibadah dengan pelestarian lingkungan seperti, bersih-bersih rumah ibadah, dan Ramadhan berbagi berkah terhadap sesama dan banyak lagi hal lainnya,”tutup Imanudin, S.Pd.i. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *