Antusiasi Warga Dayak Murung Raya Sambut Meriah Kedatangan Panglima JILAH

di bundaran Vinus tana malai tolung lingu

SENI BUDAYA709 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Panglima tertinggi pasukan merah, atau sering disebut dengan nama panggilan yang tersohor di kalangan masyarakat Dayak dari semua Kalimantan, “Beliau adalah Panglima JILAH. Kamis, 09/05/2024.

Pada hari ini kamis
09 Mei 2024. Panglima tertinggi pasukan merah (JILAH) Tengah Mengadakan pertemuan terbuka dengan semua pasukan merah yang ada di tingkat kabupaten Murung raya, yang berjumlah kurang lebih 800 orang, Anggota pasukan yang berasal dari berbagai suku agama ras dan golongan.

Pada acara yang berlangsung di bundaran hutan Vinus jln Muara Untu, kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Yang juga di hadiri
Kepala badan kesatuan Bangsa dan politik, (Kesbangpol)kab mura,
Kapolres Murung Raya, dan yang mewakili KODIM 1013/MTW,
Dan yang memiliki.


Anggota DPRD kabupaten Murung raya,
HERIYUS, SE, Dewan adat Dayak Mura,
Semua anggota pasukan merah, dari masing-masing kecamatan dan desa, SE kabupaten Murung raya, Serta semua tamu undangan yang hadir.

SAMBUTAN PJ Bupati Murung Raya
Dr Drs HERMON, M.SI, Yang melalui.
Kepala badan kesatuan Bangsa dan politik, (Kesbangpol) Kab, Mura, MIZAM CHANDRAPATI, SE, Menyamarkan,
Dalam keluarga suku Dayak Ngaju, anggota keluarganya terdiri dari penganut agama yang berbeda.

Meski demikian, mereka hidup rukun dan damai satu sama lain jika berada dalam satu atap tanpa adanya konflik yang berbasis agama. Suku ras dan golongan, Penelitian ini mengeksplorasi dinamika faktor-faktor yang mendorong harmonisnya toleransi beragama, pada kelompok etnis ini. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan.

Wawancara mendalam dan observasi untuk mengumpulkan data. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan terhadap keluarga-keluarga, yang termasuk dalam etnis Dayak Ngaju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga klasifikasi yang melekat pada ciri perbedaan agama di antara anggota keluarganya.

1. kerukunan umat beragama tertampung pasca konflik serius yang mengarah pada sikap ‘toleran’;
2. kerukunan umat beragama terfasilitasi setelah konflik medium yang mengarah pada sikap ‘penerimaan’; 3. kerukunan umat beragama dapat terpelihara dan dipelihara oleh seluruh anggota keluarga Dayak pasukan merah karena adanya rasa toleransi antar umat beragama saling menghormati sehingga menimbulkan sikap ‘kerja sama’. Toleransi beragama dalam keluarga Dayak Ngaju ini, “tutur nya, MIZAM CHANDRAPATI.

Kami atas nama pemerintah daerah kabupaten Murung raya Mengucap’kan Selamat datang, dan terimaksih apresiasi atas kehadiran bapak, JILAH,
sebagai panglima tertinggi pasukan Dayak merah besar harapan kami kehadiran panglima Dayak ini akan membawa kesejukan kediaman dan lebih meningkatkan kerukunan antar umat beragama sehingga dimungkinkan karena tiga faktor yaitu: filosofi huma betang, hubungan darah dan kekeluargaan serta tradisi warga masyarakat Dayak bersatu dan lebih membudayakan sebagai kearifan lokal.

Apalagi pada saat menjelang bulan politik pilkada Bupati dan wakil Bupati kabupaten Murung raya, dimana kami sangat mengharapkan terjalinnya hubungan bersama yang saling mendukung secara berkolaborasi dengan semua pihak, untuk menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara Pancasila sebagai ideologi terbuka untuk mempererat tali persaudaraan antara suku agama ras dan golongan,” ujarnya kepala badan kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) Mura, MIZAM CHANDRAPATI, SE. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru