MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Sebuah kalimat canda yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menjadi sorotan tajam jutaan warganet di beberapa daerah lingkup Kalimantan Tengah. Sabtu, 07/11/2026.
Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kawin Lagi.”
Kalimat itu viral. Dipotong, disebarkan, dan diperdebatkan. Namun tidak dengan warga masyarakat Kabupaten Murung Raya.
Bagi warga Murung Raya, hal sedemikian itu adalah lumrah. Sebuah candaan untuk mencairkan suasana di tengah ketegangan. Sebuah cara seorang pemimpin untuk membuat rakyatnya tersenyum, tertawa, dan merasa dekat.
*BUKAN UNTUK MENYINGGUNG, TAPI UNTUK MENDEKATKAN*
Justru percandaan tersebut menunjukkan kedekatan dan keharmonisan hubungan seorang pemimpin dengan rakyatnya,” ujar Muslim dari Akar Rumput.
Menurut warga, seorang pemimpin tidak harus selalu kaku, tegang, dan berjarak. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa tertawa bersama rakyatnya, bisa bercanda tanpa sekat, namun tetap tegas saat mengambil keputusan.
*SEORANG PRESIDEN SEKALIPUN BISA BERCANDA*
Seorang Presiden sekalipun bisa bercanda bersenda gurau dengan tidak bermaksud untuk membuat rakyatnya merasa tersinggung dan merasa dirugikan,” lanjut Muslim.
Manusia memiliki hak untuk tertawa. Pemimpin pun manusia. Ia memiliki hak untuk bercanda, untuk tersenyum, untuk mencairkan suasana yang tegang menjadi hangat.
Yang terpenting adalah niatnya. Dan niat dari candaan itu bukanlah untuk merendahkan, melainkan untuk mendekatkan.
*PEMIMPIN TANPA SEKAT, HARMONIS DAN PENUH KEDERMAWANAN*
Bagi masyarakat Murung Raya, sosok *Bapak H. Agustiar Sabran* dikenal sebagai salah satu sosok yang merakyat dan nasionalis. Ia dipilih langsung oleh rakyat. Ia adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas dan berwibawa, namun ia juga sosok yang mudah senyum, ia senang bercanda.
Pemimpin yang mudah senyum bukan berarti pemimpin yang lemah. Justru sebaliknya, pemimpin yang mudah senyum adalah pemimpin yang kuat hatinya, yang tidak ingin rakyatnya takut kepadanya, tetapi hormat dan cinta kepadanya.
Ia hadir tanpa sekat. Ia menyapa tanpa jarak. Ia bercanda tanpa membuat rakyat merasa kecil. Ia memimpin dengan hati yang harmonis dan penuh kedermawanan.
*MURUNG RAYA MEMAHAMI BAHASA HATI PEMIMPINNYA*
Warga Murung Raya memahami, bahwa di balik setiap candaan ada bahasa hati. Bahasa yang tidak semua orang bisa mengerti, kecuali mereka yang benar-benar dekat dan mengenal sosok pemimpinnya.
Di tengah ketegangan, candaan adalah penyejuk. Di tengah perbedaan, tawa adalah pemersatu. Dan di tengah beratnya beban pembangunan, senyum seorang pemimpin adalah energi bagi rakyatnya untuk terus bersatu dan bergerak maju.
Bersatu kita teguh. Itulah intinya. Kita tetap bersatu, kita tetap rukun, kita tetap harmonis. Dan candaan itu hanya bumbu agar kita semakin dekat,” tutup Muslim.
Pemimpin yang merakyat bukan yang selalu serius, tapi yang bisa membuat rakyatnya tersenyum, namun tetap merasa dilindungi dan diperjuangkan. [Longking]

