Ernawati: Perpustakaan dan Kearsipan Tidak Boleh Sekadar Menjadi Lembaga Ornamental, Perlu Dukungan Nyata Pemda

Kegiatan pemerintah

PENDIDIKAN5480 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya, Ernawati, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi dalam membangun ekosistem literasi dan tata kelola kearsipan yang berkualitas hingga menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa. Jum’at, 17/07/2026.

Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan bukan sekadar pelengkap administrasi pemerintahan, melainkan infrastruktur strategis yang berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat budaya literasi, serta menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Perpustakaan dan arsip tidak bisa berjalan sendiri. Keduanya memerlukan dukungan dan sinergi dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga pemerintah desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ernawati.

Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam penguatan jaringan perpustakaan dan kearsipan di Kabupaten Murung Raya.
Pertama, penguatan di tingkat OPD. Setiap perangkat daerah didorong memiliki perpustakaan mini serta unit kearsipan yang dikelola secara profesional.

Seluruh dokumen kebijakan, program, dan data pemerintahan perlu ditata dengan baik sebagai memori kelembagaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kedua, penguatan peran kecamatan sebagai simpul koordinasi antara pemerintah kabupaten dan desa. Kecamatan diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pembinaan perpustakaan serta pengelolaan arsip di wilayah masing-masing.

Ketiga, pemberdayaan pemerintah desa melalui pengembangan perpustakaan desa dan pojok baca sebagai pusat literasi masyarakat. Selain itu, penataan arsip desa juga harus diperkuat guna mendukung pelayanan publik yang lebih baik serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan.

“Desa merupakan garda terdepan pelayanan kepada masyarakat. Jika budaya membaca tumbuh di desa dan arsip dikelola secara tertib, maka fondasi pembangunan Kabupaten Murung Raya akan semakin kuat,” katanya.

Lebih lanjut, Ernawati mendorong transformasi fungsi perpustakaan agar tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku.

Perpustakaan, menurutnya, harus berkembang menjadi ruang inklusi sosial yang mampu menjadi pusat pembelajaran digital, sumber referensi bagi pelaku UMKM, serta menyediakan akses informasi yang luas bagi masyarakat.

Sementara itu, di bidang kearsipan, ia menilai pengelolaan arsip yang baik merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang profesional. Arsip yang tertib akan mendukung transparansi, mempercepat pelayanan publik, menjaga kesinambungan administrasi, sekaligus menjadi sumber sejarah daerah bagi generasi mendatang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ernawati berharap Pemerintah Kabupaten Murung Raya memberikan dukungan yang lebih konkret melalui penyediaan anggaran, peningkatan sarana dan prasarana, serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan perpustakaan dan kearsipan di seluruh tingkatan pemerintahan.

“Kami tidak ingin perpustakaan dan kearsipan hanya menjadi papan nama atau pelengkap organisasi. Kami ingin keduanya benar-benar hidup, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadi rumah belajar dan pusat informasi bagi seluruh warga Murung Raya,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas sektor yang kuat dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Murung Raya optimistis dapat mewujudkan ekosistem literasi yang merata serta sistem kearsipan yang modern, profesional, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *