Ferdinand Wijaya Dorong Transportasi Terintegrasi dan Berkeadilan, Murung Raya Terhubung ke Tiga Kota Besar

Kegiatan pemerintah

OTONOMI DAERAH96840 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Jika sebelumnya publik mengenal slogan Transportasi Hebat, kini di bawah tangan dingin *Ferdinand Wijaya, http://S.Pt, http://M.AP, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Murung Raya,* makna transportasi itu naik kelas. Bukan sekadar hebat, tetapi menjadi *TRANSPORTASI TERINTEGRASI, HUMANIS, DAN BERKEADILAN. Rabu, 04/11/2026.

Inilah frasa yang lebih layak, lebih berkelas internasional, dan lebih mencerminkan kerja nyata Ferdinand untuk 116 ribu jiwa di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Terbukti, mulai *9 November 2026*, Ferdinand resmi merilis UPDATE Jadwal Penerbangan Perintis APBN & Subsidi APBD Bandara Dirung Puruk Cahu. Sebuah jadwal yang membuat Murung Raya tidak lagi di ujung peta, melainkan di pusat konektivitas.

*Terbang 6 Kali Seminggu. Tiga Kota Besar Terhubung: Balikpapan – Palangka Raya – Banjarmasin (PP).*

Ferdinand Wijaya menjelaskan, capaian ini adalah hasil dari kerja kolaboratif yang ia pimpin atas arahan *Bupati Heriyus, SE dan Wakil Bupati Rahimanto Muhidin, S.H., M.H,* serta *Sekda Dra. Lynda Kristiane, http://M.Tr.IP.*

> “Kami tidak ingin membangun transportasi yang hanya hebat di kata-kata. Kami ingin membangun transportasi yang Terintegrasi antar moda, Humanis dalam pelayanan, dan Berkeadilan dalam akses dan harga. Karena langit Murung Raya adalah milik semua rakyat, bukan hanya milik mereka yang mampu,” ujar Ferdinand Wijaya.

*Mengapa Frasa Baru Ini Lebih Layak?*

*1. TERINTEGRASI:* Jadwal yang disusun Ferdinand sangat terintegrasi. Senin dan Jumat menjadi puncak konektivitas dengan 6 penerbangan penuh yang menghubungkan tiga kota sekaligus. Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu tetap terjaga dengan rute vital Balikpapan dan Palangka Raya. Tidak ada hari yang terputus.

*2. HUMANIS:* Ia menghadirkan dua operator terbaik, Susi Air dan The Rising Star, dengan jadwal yang ramah bagi masyarakat – berangkat pagi dari Balikpapan pukul 07.45 WITA dan kembali siang dari Puruk Cahu, memudahkan urusan kesehatan dan pendidikan.

*3. BERKEADILAN:* Inilah kuncinya. Dengan subsidi APBD, harga tiket yang ia umumkan sangat berkeadilan:
– Puruk Cahu – Palangka Raya mulai Rp 576.750
– Puruk Cahu – Banjarmasin Rp 899.660
– Puruk Cahu – Balikpapan Rp 1.053.950

Harga yang tidak mencekik rakyat pedalaman.

Ferdinand Wijaya telah mengubah definisi transportasi di Murung Raya. Dari sekadar hebat, menjadi bermakna, merakyat, dan mendunia.

Di bawah kepemimpinannya, langit Dirung kini bukan lagi batas, melainkan jembatan menuju kemajuan Murung Raya yang semakin maju dan semakin sejahtera. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *