Kepala Dispusip Murung Raya Ernawati: Literasi dan Arsip Jadi Pilar Peradaban Dalam Momentum Sinode Umum XXV GKE 2026

Kegiatan pemerintah

NASIONAL5166 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Murung Raya, Ernawati, menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya literasi serta pelestarian arsip sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Rabu, 08/07/2026.

Komitmen tersebut sejalan dengan pelaksanaan Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Murung Raya pada 7–11 Juli 2026.

Menurut Ernawati, penyelenggaraan Sinode Umum XXV GKE bukan hanya menjadi agenda gerejawi berskala nasional, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat peran perpustakaan dan kearsipan dalam menjaga memori kolektif, melestarikan sejarah, serta membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan berkeadilan.

“Perpustakaan bukan sekadar gedung yang menyimpan buku. Perpustakaan harus menjadi pusat pembelajaran, ruang bertumbuhnya budaya literasi, sekaligus wadah yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Begitu pula arsip, yang merupakan bukti autentik perjalanan sejarah dan identitas bangsa yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Ernawati.

Untuk memperkuat peran tersebut, Dispusip Murung Raya telah menyiapkan empat strategi utama, yakni memperluas layanan literasi berbasis komunitas melalui perpustakaan keliling serta pojok baca di desa, sekolah, gereja, dan rumah ibadah lainnya agar akses terhadap bahan bacaan semakin merata.

Strategi berikutnya adalah mempercepat digitalisasi arsip daerah melalui pengembangan sistem arsip digital yang terintegrasi guna meningkatkan keamanan, kemudahan penelusuran, serta menjaga kelestarian dokumen penting milik pemerintah daerah.

Dispusip juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama GKE dan berbagai organisasi keagamaan dalam penyediaan bahan bacaan yang mengangkat nilai-nilai toleransi, kebangsaan, keadilan, serta pelestarian budaya lokal.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi perhatian utama melalui pengembangan kompetensi pustakawan dan arsiparis agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi sekaligus menjadi agen perubahan dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Ernawati menilai tema Sinode Umum XXV GKE, “Hiduplah sebagai terang yang membawa kebaikan, keadilan dan kebenaran,” memiliki keselarasan dengan tugas dan fungsi perpustakaan maupun kearsipan.

“Menjadi terang berarti menghadirkan kebenaran melalui informasi yang valid, menjaga keadilan melalui tata kelola arsip yang akuntabel, serta menyebarkan kebaikan melalui akses pengetahuan yang terbuka bagi semua. Nilai-nilai inilah yang akan terus menjadi arah pengabdian Dispusip Murung Raya,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Murung Raya beserta Panitia Sinode Umum XXV GKE atas kepercayaan menjadikan Murung Raya sebagai tuan rumah forum tertinggi GKE.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan kekayaan literasi, sejarah, budaya, dan kearifan lokal Murung Raya kepada masyarakat luas.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis perpustakaan dan kearsipan akan semakin berperan sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Murung Raya Hebat menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ernawati.

Rilisan ini telah disusun dengan gaya berita yang lebih formal, menggunakan struktur jurnalistik yang runtut, bahasa baku, serta tetap mempertahankan seluruh substansi pernyataan Kepala Dispusip Murung Raya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *