Ketua DPRD Mura Soroti Infrastruktur Tertunda, Desak Percepatan dan Solusi Darurat

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menyoroti sejumlah pembangunan infrastruktur yang hingga kini belum terselesaikan dan menjadi perhatian serius masyarakat. Senin, 13/04/2026.

Ia mendesak pihak terkait untuk segera menindaklanjuti proyek-proyek tertunda sesuai rencana awal agar tidak terus menghambat pelayanan publik dan aktivitas warga.

“Berdasarkan berbagai informasi yang beredar, baik dari media massa maupun media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter, terdapat sejumlah proyek pembangunan yang mengalami keterlambatan. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kendala, baik dari pihak rekanan maupun tenaga kerja, sehingga belum terlihat adanya kejelasan penyelesaian,” ujar H. Rumiadi.

Menurutnya, transparansi terkait penyebab keterlambatan serta kepastian jadwal penyelesaian harus disampaikan secara terbuka kepada publik.

Hal ini penting guna menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan pengawasan berjalan optimal.
Sebagai contoh, ia menyoroti pembangunan jembatan penghubung antar desa yang hingga kini belum rampung.

Ia menegaskan, apabila penyelesaian permanen belum dapat dilanjutkan dalam waktu dekat, maka pihak terkait harus segera menyediakan jembatan darurat yang aman dan layak digunakan masyarakat.

“Setidaknya harus ada solusi sementara berupa jembatan darurat yang tidak membahayakan masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan tetap berjalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Rumiadi menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas sektor antara pemerintah daerah, DPRD, kontraktor, serta pengawas lapangan. Ia juga mendorong dilakukannya evaluasi kontrak, audit progres fisik, serta langkah mitigasi risiko secara terstruktur agar setiap kendala dapat segera diatasi.

Ia menambahkan, setiap proyek pembangunan ke depan perlu dilengkapi dengan rencana kontinjensi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hambatan di lapangan, sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu.

“Pembangunan yang humanis adalah pembangunan yang mampu mendengar keluhan masyarakat dan menjawabnya dengan tindakan nyata. Ketika infrastruktur berfungsi dengan baik, maka roda ekonomi akan bergerak dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya. [Longking]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *