MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Senin, 31/08/2026.
Kondisi tersebut menuntut setiap orang untuk terus belajar, beradaptasi, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta produktif.
Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menegaskan bahwa keadilan sosial tidak hanya berkaitan dengan pemerataan pembangunan, tetapi juga menyangkut kesetaraan masyarakat dalam memperoleh akses terhadap informasi, pengetahuan, pelayanan publik, dan peluang ekonomi.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak tertinggal di tengah perubahan zaman.
“Mau tidak mau, suka atau tidak suka, keadilan hanya akan kita raih jika kita mau berubah. Di era ini, mengikuti perkembangan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi kita semua,” ujar Rumiadi.
ANDROID MENJADI “KAMPUS” BARU MASYARAKAT
Rumiadi menilai kehadiran telepon pintar atau smartphone berbasis Android telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh pengetahuan. Berbagai aplikasi dan sumber informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar secara mandiri.
“Kita ambil contoh Android dan smartphone. Setiap program yang sudah disiapkan di dalamnya itu semua untuk memudahkan bagi yang mau mempelajari dan mengerti bagaimana cara mengatasinya,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi tidak dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan kemauan, ketekunan, dan proses belajar yang berkelanjutan.
“Mengendalikan program tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita butuh belajar dalam waktu yang lumayan panjang,” tambahnya.
Menurut Rumiadi, perkembangan teknologi justru membuka kesempatan belajar yang lebih luas, termasuk bagi masyarakat yang sudah berusia di atas 35 atau 40 tahun.
“Mata kuliah bagi masyarakat yang di atas usia 35 dan 40 tahun ke atas bukan lagi di bangku sekolah. Sekarang semua ada di handphone Android.
Semua itu bisa dimanfaatkan sepanjang tujuannya positif. Tidak ada yang melarang kita. Saat ini kita hidup di era modern, era digital—baik Google, media sosial, AI, dan lain-lain,” ungkapnya.
LITERASI DIGITAL UNTUK MEMPERLUAS KEADILAN AKSES
Rumiadi mengatakan, literasi digital perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, teknologi dapat menjadi instrumen penting untuk mempersempit kesenjangan akses. Dengan sistem digital yang dikelola secara baik, masyarakat dapat memperoleh informasi dan pelayanan secara lebih cepat dan mudah.
“Jika layanan sudah digital, antrean berkurang. Jika informasi terbuka, penyelewengan bisa diawasi bersama. Itu bentuk keadilan nyata yang bisa kita rasakan,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa, pelaku UMKM, akademisi, hingga generasi muda, untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai ruang belajar bersama.
MURUNG RAYA HARUS SIAP BERKOMPETISI
Rumiadi menekankan bahwa Murung Raya harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat semakin kompetitif.
Menurutnya, transformasi digital harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia juga mendorong sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam mendukung penguatan literasi digital, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan infrastruktur teknologi hingga ke wilayah pelosok.
“Jangan sampai kita menolak berubah lalu tertinggal. Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun pemerintahan yang adil, pelayanan yang humanis, dan masyarakat Murung Raya Sejahtera 2045,” pungkasnya.
Rumiadi berharap masyarakat Murung Raya dapat melihat perkembangan teknologi bukan sebagai sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sebagai peluang untuk meningkatkan pengetahuan, produktivitas, dan kualitas kehidupan.
Keberanian untuk belajar dan beradaptasi, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Murung Raya menghadapi masa depan.
Belajar di era digital, tumbuh dengan bijak, dan maju secara harmonis. [Longking]

