MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Di tengah tantangan ekonomi dan ancaman krisis pangan global, Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, *Rumiadi, S.E., S.H., M.H.,* melontarkan ajakan yang kuat, membumi, dan penuh makna strategis kepada seluruh lapisan masyarakat. Minggu, 01/11/2026.
Politisi yang dikenal dengan pemikiran hukum dan ekonomi kerakyatan yang tajam ini mengajak masyarakat untuk melakukan revolusi mental agraris: jangan biarkan lahan dan hutan terbengkalai tanpa nilai produktif.
Jangan membiarkan hutan dan lahan kita terbengkalai begitu saja. Saatnya kita jadikan ladang dan lumbung padi, kebun produktif, dan lahan pakan ternak,” tegas Rumiadi.
Dari Lahan Tidur Menjadi Sumber Kekayaan Baru
Menurut Rumiadi, Murung Raya dianugerahi Tuhan dengan tanah yang sangat subur dan luas. Namun ironis jika kekayaan agraria tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal, sementara masyarakat masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah dan terlilit persoalan ekonomi termasuk hutang konsumtif.
Ajakan ini, menurutnya, adalah solusi konkret untuk dua masalah sekaligus: *ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga.*
1. *Lumbung Padi dan Jagung:* Mengubah lahan kosong di sekitar rumah, bantaran sungai, dan lahan perladangan tradisional menjadi sawah dan ladang jagung produktif. Dengan ini, Murung Raya bisa swasembada beras dan tidak perlu khawatir akan fluktuasi harga beras nasional.
2. *Kebun Produktif:* Mengembangkan kebun karet, sawit rakyat, sayur-mayur, buah-buahan, dan tanaman holtikultura bernilai ekonomi tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang yang hasilnya bisa diwariskan.
3. *Bank Pakan Ternak:* Lahan yang ditanami rumput unggul, jagung pakan, dan leguminosa untuk mendukung pengembangan peternakan sapi, kambing, ayam, dan babi. Dengan pakan yang tersedia melimpah, biaya ternak akan turun dan keuntungan peternak akan naik signifikan.
### Filosofi: Hapus Hutang dengan Produktivitas
Pesan mendalam dari Ketua DPRD ini adalah menggeser paradigma masyarakat dari konsumtif menjadi produktif. Lahan yang produktif akan menghasilkan pendapatan. Pendapatan yang stabil akan mampu menyelesaikan hutang, menyekolahkan anak, dan menabung untuk masa depan.
“Hutang akan lunas jika kita produktif. Ladang yang kita olah hari ini adalah tabungan kita untuk hari esok. Lumbung padi yang kita isi hari ini adalah jaminan anak cucu kita tidak akan kelaparan,” ujar Rumiadi yang juga berlatar belakang advokat dan pengusaha ini.
Ia menekankan bahwa DPRD Murung Raya sangat mendukung program-program pemerintah daerah yang pro terhadap petani dan peternak, baik melalui bantuan bibit unggul, alat mesin pertanian, penyuluhan, maupun akses permodalan melalui BUMDes dan koperasi.
Rumiadi mengakhiri dengan seruan yang menggugah semangat gotong royong khas Dayak:
Mari kita kembali ke jati diri kita sebagai masyarakat agraris yang pekerja keras. Tangan kita yang mengolah tanah, tanah itu pula yang akan memuliakan hidup kita. Bersama kita wujudkan Murung Raya yang berdaulat pangan, mandiri ekonomi, dan sejahtera untuk semua. [Longking]

