Kuangsang ; Pembangunan Rumah Ibadah Sebagai Sarana Perwujudan Rasa Toleransi Antar Umat Beragama

SENI BUDAYA439 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Membangun balai basarah bina kesatuan dan persatuan antar umat beragama demi terjalinnya rasa toleransi antar pemeluk satu agama dengan umat yang beragama lainnya, Desa sungai bakanon,
Kecamatan permata intan, kabupaten murung raya Kalimantan Tengah. Minggu, 24/09/2023.

Kepala desa sungai bakanon “KUANGSANG, saat di kunjungi oleh pihak media semaku.net , beliau juga menyampaikan, Bahwa saat ini aparat pemerintah desa dan BPD yang berkerjasama dengan seluruh komponen masyarakat desa, Merancang dan membangun, Rumah ibadah umat, beragama Hindu, kerahingan yaitu,
membangun(Balai basarah)
yang berukuran P 6 m. X . L 6 m. dari sumber dana APBD perubahan, “dan sambil menunggu termen pembangunan tersebut, di cairkan oleh , ” pihak Dinas instansi terkait.

“Maka untuk sementara’ pembangunan balai basarah pun tetap berjalan dan di bangun, melalui dana talangan,
“Ketua DPRD kabupaten Murung Raya
Dr DONI, SP.M.SI. Yang semata-mata demi kesuksesan percepatan pembangunan desa, tandasnya, pak kades .

Dan menurut,
“KUANGSANG, ,
Balai Basara ini sangat penting sekali di bangun, “mengingat, Desa sungai bakonon ini, desa yang memiliki penduduk yang beragam, umat, di dalam nya, ada, umat’.Islam, Hindu kerahingan,
Kristen protestan, Kristen katolik, Buddha, Maka rumah ibadah di anggap, Sangat penting, Selain balai basarah,
kami, juga membangun Rumah ibadah lainnya seperti musholla masjid,
” juga tempat” ibadah umat lainnya
Yang saat ini, sedang kami rancang, sebagai bangunan, yang menyusul, “tambah Nya, Bapak kades.

Apalagi, Desa Sungai Bakanon, ini bertempat yang strategis ” berposisi di lintas jalan antar provinsi Kalimantan tengah, di mana setiap masyarakat,
yang melintas secara kebetulan,
bisa saja, singgah numpang beribadah karena perjalan yang di tuju masih lumayan jauh, juga bisa numpang inap di rumah penduduk atau di rumah ibadah yang tersedia, karena ada keperluan lain sebagainya, kami juga sedang merancang, pembangunan tempat mandi, dan WC umum, di pinggiran jalan.

Desa yang penduduk nya dari beragam-ragam umat, dengan berbeda agama, keyakinan, “Namun sebagai, Aparat pemerintah desa dan BPD, tokoh adat,
tokoh agama, tokoh masyarakat,
kami sangatlah merasa bangga, karena memiliki masyarakat/penduduk desa, yang kompak bersatu, dalam segala segi kerukunan umat, yang begitu hebat dan solidaritas.

“Mudah akrab ringan hati,” Untuk saling tolong menolong, memiliki loyalitas, terhadap pimpinan, serta memiliki sipat keprihatinan peduli terhadap sesamanya,
punya rasa toleransi yang tinggi ,
“tidak pernah ada perselisihan bahasa, yang terucapkan, baik yang bersifat sengaja, maupun tidak di sengajakan, karena sudah terbiasa hidup bertetangga dengan ramah tamah, dengan sipat yang terpuji, saling menghargai, dan saling menghormati, antar satu, dengan pemeluk agama lain nya,
Tutupnya, kepala desa sungai bakanon,
“KUANGSANG. [Longking]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *