BENGKULU SELATSN/ SEMAKU.net-Tradisi turun temurun di masyarakat Bengkulu Selatan itu dimaknai sebagai wujud rasa syukur masyarakat muslim Bengkulu Selatan karena telah dapat melaksanakan ibadah pada bulan ramadhan, dan ungkapan rasa gembira menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri.
Makna Simbol dari Tradisi Malam Nujuh Likur yakni menggambarkan pada malam kedua puluh tujuh itu kemungkinan turunnya malam penuh rahmat yang didamba setiap orang yang beriman, yaitu malam Lailatul Qadar.
Masyarakat muslim Bengkulu Selatan pada malam tersebut juga akan menyediakan beragam makanan seperti lemang dan tapai. Malam Nujuh Likur juga sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan yang ditunjukkan dengan saling bertukar dan berbagi makanan kepada sanak saudara dan Bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. [dya]
Lunjuk, Tradisi Bengkulu Selatan Malam Penuh Makna

