MTQ VIII KORPRI Murung Raya Digelar 24–27 Juni 2026, Perkuat Nilai Keislaman dan Kebangsaan

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Kabupaten Murung Raya akan digelar di Alun-Alun Jorih Merah, Puruk Cahu, pada 24–27 Juni 2026. Senin, 22/06/2026.

Kegiatan ini menjadi ajang syiar Islam yang mempertemukan qari dan qariah dari berbagai perangkat daerah dalam suasana religius sekaligus kompetitif.

Pelaksanaan MTQ VIII KORPRI merupakan hasil sinergi antara unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Murung Raya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat.

Ketua Harian MTQ VIII KORPRI Murung Raya, H. Rahmanto Mohidin, S.H.I., M.H.I., mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut dengan hadir dan memberikan dukungan selama pelaksanaan acara.

“Jadikan MTQ VIII KORPRI sebagai momentum mempererat kebersamaan dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kehadiran masyarakat sejak pembukaan hingga penutupan akan menambah keberkahan sekaligus menyemarakkan kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., menilai MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana memperkuat identitas dan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.

“Modernisasi boleh terus berkembang, tetapi jati diri dan nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an harus tetap dijaga. Semoga kegiatan ini mampu melahirkan masyarakat yang hidup rukun, harmonis, serta menjunjung semangat rahmatan lil ‘alamin dalam keberagaman suku, agama, etnis, dan golongan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari prestasi para juara, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika peserta dan masyarakat mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an serta memberikan manfaat bagi sesama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *