Refleksi Sumpah Pemuda ke-98, Sekda Murung Raya Lynda Kristiane: Semangat Pemuda Jadi Energi Birokrasi Untuk Melayani Dengan Hati

Kegiatan pemerintah

TEKNOLOGI9613 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Dari jantung pemerintahan Kabupaten Murung Raya, gaung Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026 menggema sebagai pengingat jati diri bangsa. Rabu, 28/10/2026.

*Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Dra. Lynda Kristiane,* atas nama jajaran Aparatur Sipil Negara dan seluruh lapisan masyarakat, menyampaikan *Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-98.*

Bagi Sekda Lynda, Sumpah Pemuda bukanlah sekadar perayaan seremonial, melainkan sumber energi moral bagi birokrasi untuk terus bertransformasi menjadi pelayan publik yang profesional, adaptif, dan berintegritas.

“Jika pada tahun 1928 para pemuda bersumpah untuk menyatukan bangsa yang terpecah oleh kolonialisme, maka pada tahun 2026, kita sebagai aparatur dan generasi penerus harus bersumpah untuk menyatukan pelayanan yang masih terpecah oleh sekat-sekat birokrasi, disinformasi, dan kesenjangan digital. Semangatnya tetap sama, yaitu persatuan untuk melayani,” tegas Sekda Lynda dalam pernyataan resminya di Puruk Cahu, Selasa (28/10/2026).

Sekda Lynda menekankan bahwa Murung Raya tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia melihat pemuda Murung Raya sebagai aset strategis yang harus diorkestrasi menjadi kekuatan pembangunan yang sesungguhnya. Dengan kekayaan falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat, pemuda Tana Malai Tolung Lingu memiliki modal karakter yang kuat untuk bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri lokal.

Pemerintah Daerah, di bawah koordinasi Sekretariat Daerah, berkomitmen untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pemuda. Bukan hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek dan mitra kritis yang memberikan ide, inovasi, dan kontrol sosial yang konstruktif. Transformasi ekonomi kreatif, digitalisasi layanan publik, dan penguatan UMKM berbasis pemuda menjadi agenda prioritas yang terus didorong.

“Tema ‘Pemuda Bergerak, Indonesia Bersatu, Bangsa Berdaulat’ adalah kompas bagi kita semua. Kedaulatan bangsa yang sejati lahir dari manusia-manusianya yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing.

Saya percaya dari bumi Murung Raya ini akan lahir generasi-generasi yang akan mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional,” pungkas sosok birokrat senior yang dikenal tegas dan humanis tersebut. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *