Sambut Dzulhijjah 1447 H, Imanudin Ajak Umat Tinggalkan Dengki dan Perbanyak Amal

Kegiatan pemerintah

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Memasuki awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah yang jatuh pada 18 April 2026, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Imanudin, S.Pd.I., mengajak seluruh umat Islam menjadikan momentum ini sebagai titik balik untuk membersihkan batin dari penyakit hati. Rabu, 22/04/2026.

Dalam pesan dakwahnya, Imanudin menegaskan bahwa dengki, dendam, dan iri hati merupakan penyakit yang kerap tidak terlihat, namun memiliki dampak besar dalam merusak ukhuwah dan mengurangi nilai ibadah.

Terlebih di bulan Dzulhijjah, di mana pahala amal dilipatgandakan, penyakit batin justru dapat menggerogoti kebaikan yang dilakukan.

“Untuk menghindari penyakit hati, ada beberapa ikhtiar yang perlu dilakukan, yaitu ikhlas, bersyukur, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Imanudin.

Ia menjelaskan, sikap ikhlas akan membimbing seseorang menerima takdir tanpa membandingkan rezeki dengan orang lain.

Rasa syukur akan menumbuhkan ketenangan dan rasa cukup, sementara taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah menjadi benteng dari bisikan negatif yang muncul akibat perbandingan sosial.

Menurutnya, tiga amalan tersebut sangat penting diamalkan, khususnya pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang merupakan hari-hari paling utama dalam Islam.

Imanudin juga mengajak masyarakat menjadikan masjid, majelis taklim, dan lingkungan keluarga sebagai ruang untuk memperbaiki diri dan menenangkan hati.

“Jadikan hati sebagai tempat yang damai dan pikiran yang jernih. Dari situ akan lahir ucapan yang terjaga dan perbuatan yang membawa kebaikan,” pesannya.

Ia menambahkan, makna ibadah kurban tidak hanya sebatas penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi simbol pengorbanan sifat buruk dalam diri, seperti ego, kesombongan, dan rasa iri.

Lebih lanjut, Imanudin mengingatkan pentingnya memperbanyak amalan seperti takbir, tahlil, tahmid, puasa Arafah, sedekah, serta muhasabah diri selama bulan Dzulhijjah.

“Jika hati dijaga dengan baik, maka keberhasilan orang lain akan menjadi alasan untuk bersyukur, bukan menimbulkan prasangka,” katanya.

Di akhir pesannya, ia mengajak seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Murung Raya, untuk menjadikan Dzulhijjah sebagai momentum memperkuat ukhuwah, meningkatkan empati, dan membangun kedamaian dari dalam diri.

“Bangsa yang kuat lahir dari masyarakat yang memiliki hati yang bersih. Ibadah yang mabrur berawal dari jiwa yang tulus,” tutupnya. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *