Semarak Sumpah Pemuda ke-98, DKOP Murung Raya Gelar Panggung Kreativitas Pemuda di GPU Tira Tangka Balang

Kegiatan pemerintah

SENI BUDAYA5375 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui *Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP)* sukses menggelar puncak *Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026*, bertempat di *Gedung Tira Tangka Balang (GPU) Puruk Cahu. Rabu, 28/10/2026.

Mengusung tema nasional *”Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”*, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi panggung aktualisasi potensi, kreativitas, dan semangat nasionalisme generasi muda Tana Malai Tolung Lingu.

Kepala DKOP Murung Raya, *Jayadie, S.T., http://M.Si.,* dalam laporannya menegaskan bahwa HSP adalah agenda strategis daerah yang konsisten dilaksanakan sejak 2024 sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang tumbuh bagi pemuda.

“Peringatan Sumpah Pemuda adalah investasi karakter. Kami ingin pemuda Murung Raya tidak hanya mengenang sejarah, tapi menciptakan sejarah baru dengan karya dan empati sosial,” ujar Jayadie.

*Libatkan 450 Peserta, Dari Busana Adat Hingga Kreativitas*

Sebelum puncak acara, DKOP telah menggelar rangkaian kegiatan pra-HSP yang melibatkan sekitar *450 peserta* dari kalangan pelajar SMP/SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum se-Kabupaten Murung Raya.

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah *Lomba Peragaan Busana Adat Nusantara*. Lomba ini menjadi simbol bahwa pemuda Murung Raya bangga akan keberagaman, mulai dari batik Dayak, kebaya, hingga busana adat dari seluruh penjuru Indonesia.

Menurut Jayadie, antusiasme yang luar biasa dari peserta, guru pendamping, dan organisasi kepemudaan membuktikan bahwa kegiatan kepemudaan adalah jantung persatuan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya, persatuan, dan keberagaman daerah,” tegasnya.

Ia berharap peringatan HSP ke depan dapat menjangkau lebih banyak pemuda dari 10 kecamatan, termasuk wilayah pelosok, agar semangat Sumpah Pemuda benar-benar merata.

Lebih lanjut, Jayadie menekankan bahwa pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi pentahelix antara pemerintah daerah, perangkat daerah, organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan media.

“Pemuda adalah pemilik masa depan Murung Raya. Jika pemudanya patriotik, gigih, dan berempati, maka Murung Raya Jaya, Rakyat Sejahtera bukan sekadar slogan, tapi kenyataan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *