Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya: HUT Ke-24 Momentum Perkuat Ekonomi Lokal dan Kedaulatan Pangan

Kegiatan pemerintah

NASIONAL6319 Dilihat

MURUNG RAYA / SEMAKU.net – Peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya pada 1 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Sabtu, 01/08/2026.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya menilai pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., dalam pernyataannya menyambut Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Tanah Malai Tolung Lingu Menuju Murung Raya Maju, Mandiri, dan Sejahtera.”

“Dengan diiringi doa serta sejuta harapan, HUT ke-24 ini harus menjadi momentum evaluasi sekaligus lompatan pembangunan. Kita perlu menata kembali prioritas, memperkuat kolaborasi antarlembaga dan perangkat daerah, serta memastikan setiap kebijakan ekonomi benar-benar menyentuh pelaku usaha, petani, nelayan, dan masyarakat di desa,” ujar Johansyah.

Menurutnya, selama 24 tahun terakhir Murung Raya telah mencatat berbagai kemajuan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Namun, tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan kesempatan kerja, serta meningkatnya daya beli masyarakat.

Dorong Hilirisasi dan Penguatan UMKM
Sebagai pimpinan Komisi II yang membidangi perekonomian, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan ketahanan pangan, Johansyah menegaskan terdapat tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pertama, mendorong hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan agar produk unggulan Murung Raya memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan di daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kedua, memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kemudahan akses permodalan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan berbasis kebutuhan pasar, serta perluasan pemasaran melalui platform digital.

Ketiga, memperkokoh kedaulatan pangan dengan menjaga keberlanjutan produksi, memperlancar distribusi, serta menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok di seluruh wilayah Kabupaten Murung Raya.

“Tanah Malai Tolung Lingu memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tantangan kita adalah mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan harus berpihak kepada rakyat, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pengawasan Anggaran Berorientasi Hasil
Johansyah juga menegaskan Komisi II DPRD akan terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah, khususnya pada sektor-sektor produktif yang berkaitan langsung dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, setiap program pemerintah harus memiliki indikator kinerja yang jelas, terukur, serta mampu menunjukkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak ingin anggaran hanya habis untuk kegiatan yang bersifat administratif. Yang kami dorong adalah belanja daerah yang mampu melahirkan usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga stabilitas harga pangan. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” katanya.

Sejak resmi menjadi daerah otonom pada 1 Agustus 2002, Kabupaten Murung Raya terus berkembang menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan. Peringatan Hari Jadi ke-24 juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas daerah.

Melalui visual resmi yang mengangkat warna toska, ornamen khas Dayak, serta logo angka “24” yang merepresentasikan kekayaan alam dan budaya, semangat pembangunan diharapkan tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.

“Mari kita jadikan usia ke-24 Kabupaten Murung Raya sebagai awal babak baru pembangunan. Dengan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan kerja nyata, kita wujudkan Murung Raya yang maju, mandiri, berdaulat di bidang pangan, serta sejahtera bagi seluruh masyarakat,” tutup H. Johansyah, S.E., M.I.P. [Longking]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *